Bantan (Kemenag) โ Pada hari Senin (21/9/2025) bertempat di Desa Berancah, Bidan Liza bersama tim kesehatan dengan dukungan penuh KUA Kecamatan Bantan menggelar sesi tanya jawab interaktif usai pelaksanaan sosialisasi kesehatan reproduksi. Acara ini diikuti puluhan pasangan suami istri (Pasutri) dan berlangsung hangat serta penuh antusiasme.
Sesi tanya jawab ini menjadi momen penting bagi warga, khususnya pasangan usia subur, untuk menyampaikan langsung permasalahan yang selama ini mereka hadapi terkait hamil muda. Bidan Liza menjelaskan secara rinci penyebab, risiko, serta langkah-langkah pencegahan kehamilan usia terlalu muda. Ia juga memberikan tips menjaga kesehatan ibu hamil, pemilihan metode kontrasepsi yang tepat, hingga pentingnya perencanaan kehamilan yang sehat.
KUA Kecamatan Bantan berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga muslim, terutama dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. KUA juga memfasilitasi kehadiran masyarakat, memberikan arahan tentang pentingnya kesiapan pernikahan, serta mendampingi pasangan agar memahami hak dan kewajiban mereka sebelum dan setelah menikah.
Menurut Bidan Liza, hamil di usia yang terlalu muda atau jarak kehamilan yang terlalu dekat berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi. Karena itu, edukasi berkelanjutan harus dilakukan agar pasangan memahami kapan waktu terbaik untuk hamil. โDengan pengetahuan yang cukup, pasangan suami istri dapat lebih siap secara fisik dan mental dalam menghadapi kehamilan,โ ujarnya.
Sekretaris Desa Berancah yang hadir dalam kegiatan ini mengapresiasi sinergi antara tenaga kesehatan dan KUA Kecamatan Bantan. Menurutnya, program ini membantu warga desa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Warga pun berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata kerja sama lintas sektor antara tenaga kesehatan dan KUA Kecamatan Bantan dalam membina masyarakat. Melalui sesi dialog langsung ini, diharapkan masyarakat lebih terbuka menyampaikan persoalan dan mendapat solusi yang tepat, sehingga derajat kesehatan ibu dan anak semakin meningkat di Desa Berancah.