Meranti (Kemenag)— Bidang Kepegawaian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kunjungan silaturrahmi ke MAN 1 Kepulauan Meranti dalam rangka persiapan Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Formasi Tahun 2024, Rabu(28/5). Seleksi ini difokuskan pada penguatan moderasi beragama, sebagai bagian dari kebijakan nasional penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan toleran di lingkungan ASN Kemenag.
Kunjungan ini dipimpin oleh Adi Sabtura, selaku Analis SDM Aparatur Kemenag Kepulauan Meranti. Dalam kunjungannya, Adi Sabtura menyampaikan bahwa selain silaturrahmi, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pelaksanaan seleksi, seperti ketersediaan komputer atau laptop, koneksi internet, serta ruang ujian yang memadai.
“Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan ini menjadi instrumen penting untuk mengukur pemahaman dan komitmen ASN, khususnya PPPK, terhadap prinsip-prinsip moderasi beragama yang menjadi salah satu nilai dasar di Kementerian Agama. Oleh karena itu, lokasi pelaksanaan ujian harus benar-benar siap secara teknis,” jelas Adi.
Kedatangan tim disambut dengan hangat oleh pihak MAN 1 Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Waka Kurikulum, Nelli Murni. Dalam pertemuan tersebut, pihak MAN 1 menyatakan kesiapan dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seleksi.
“Kami siap menjadi tuan rumah seleksi dan akan memastikan fasilitas kami mendukung pelaksanaan ujian secara optimal. Ini merupakan bentuk kontribusi kami terhadap peningkatan kualitas aparatur Kementerian Agama,” ujar Nelli Murni.
Seleksi ini direncanakan akan diikuti oleh peserta PPPK Tahap 2 Formasi 2024 yang telah lulus tahap administrasi dan kompetensi dasar. Materi seleksi difokuskan pada aspek pemahaman nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, serta penghormatan terhadap tradisi dan budaya lokal.
Kemenag Kepulauan Meranti berharap pelaksanaan seleksi berjalan lancar dan menghasilkan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga memiliki pemahaman keagamaan yang moderat dan inklusif dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat. (T)