Meranti(Kemenag)– Dalam rangka meningkatkan ketahanan keluarga dan mencegah tingginya angka perceraian, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Catin Tatap Muka Tahap IItingkat kabupaten, 17 - 18 Mei. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Kantor Kemenag dan diikuti oleh puluhan pasangan calon pengantin (catin) dari berbagai kecamatan.
Program ini merupakan bagian dari upaya serius Kemenag dalam memberikan pembekalan dini kepada pasangan calon suami istri agar memiliki kesiapan emosional, spiritual, serta pengetahuan praktis dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Kegiatan menghadirkan pemateri dari berbagai elemen strategis, antara lain Penyuluh Agama Islam yang memaparkan materi tentang dasar-dasar keluarga sakinah, hak dan kewajiban suami istri menurut syariat Islam, dan pentingnya komunikasi yang sehat dalam rumah tangga, Tenaga Kesehatan dari Puskesmas yang menyampaikan edukasi seputar kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan pencegahan stunting, juga pemateri lainnya yang berkompeten.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Sulman, dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan komitmen lintas sektor dalam mendukung program ini.
"Bimbingan Perkawinan ini adalah bentuk nyata perhatian negara dalam menyiapkan generasi keluarga yang kokoh secara spiritual dan sosial. Kemenag sangat mendukung kegiatan ini karena keluarga adalah pondasi masyarakat. Keluarga yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat pula,” ujarnya.
Sulman juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus ditingkatkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas materi dan pendekatannya.
Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Meranti, Misyamto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam menyiapkan mental dan spiritual para catin menjelang kehidupan berumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua individu, tetapi juga dua keluarga, dua budaya, dan dua cara pandang. Oleh karena itu, calon pengantin perlu dibekali dengan ilmu dan wawasan agar dapat membangun keluarga yang kuat secara lahir dan batin,” ujarnya.
Salah satu peserta mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme setelah mengikuti sesi bimbingan.
"Banyak wawasan baru yang kami peroleh, terutama tentang pentingnya komunikasi dan kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan Bimwin ini, diharapkan para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi dan agama, tetapi juga memiliki bekal mental dan moral dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (T)