0 menit baca 0 %

Bimas Islam Kemenag Meranti Gelar Warning Early System (WES), Bahas Strategi Deteksi Dini Ancaman Radikalisme

Ringkasan: Meranti(Kemenag)  Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Warning Early System (WES) pada Senin (22/7/2025), bertempat di Aula Kantor Kemenag Meranti. Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala KUA Kecamatan dan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Kepula...

Meranti(Kemenag)– Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Warning Early System (WES) pada Senin (22/7/2025), bertempat di Aula Kantor Kemenag Meranti. Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala KUA Kecamatan dan Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Meranti, H. Sulman, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran penyuluh agama dan Kepala KUA sebagai garda terdepan dalam deteksi dini terhadap potensi radikalisme dan konflik keagamaan.

“Perlu ada sistem yang mampu mendeteksi dan merespons sejak dini gejala-gejala yang berpotensi mengganggu kerukunan umat. Dan di sinilah peran para penyuluh agama dan kepala KUA sangat dibutuhkan,” ujar Sulman.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Meranti H. Sulman, Plt. Kasi Bimas Islam Misyamto, Kasat Intel Polres Kepulauan Meranti IPTU Roly Rvan, serta Pranata Humas Kantor Kemenag Meranti.

Dalam paparannya, Plt. Kasi Bimas Islam Misyamto menyampaikan pentingnya memperkuat peran penyuluh agama dalam mendeteksi gejala intoleransi dan menyebarluaskan narasi moderasi beragama secara konsisten.

Sementara itu, Kasat Intel IPTU Roly Rvan menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pelibatan tokoh agama serta masyarakat dalam upaya pencegahan radikalisme.

Dari sisi kehumasan, perwakilan Humas Kemenag Meranti menyampaikan peran penting literasi digital dan komunikasi publik dalam menangkal hoaks dan penyebaran ideologi kekerasan di ruang-ruang digital.

Salah seorang peserta, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rangsang Barat, Khalwani, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Khalwani mengatakan bahwa pelatihan dan pembekalan seperti ini sangat dibutuhkan oleh para penyuluh di lapangan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kami dalam mengenali potensi ancaman ideologi yang menyimpang. Dengan pemahaman yang lebih baik, kami lebih siap memberikan pencerahan kepada masyarakat secara tepat dan bijak,” ungkap Khalwani.

Kegiatan berlangsung dengan suasana diskusi yang aktif dan antusias, memperlihatkan keseriusan para peserta dalam memperkuat peran mereka sebagai agen moderasi dan penjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat. (T)