0 menit baca 0 %

Bimas Islam Kemenag Meranti Kembali Gelar KMB Tahap VII: Bahas Isu Aktual Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Kegiatan Implementasi Moderasi Beragama (KMB) Tahap VII melalui Dialog Pembahasan Isu Aktual, yang dilaksanakan di Gedung Sanggar Seni Linau Kuning, Desa Sungai Tohor, Kecamatan T...

Meranti(Kemenag)— Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Kegiatan Implementasi Moderasi Beragama (KMB) Tahap VII melalui Dialog Pembahasan Isu Aktual, yang dilaksanakan di Gedung Sanggar Seni Linau Kuning, Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, H. Sulman, didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Misyamto, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Bimas Islam.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jemput bola Kementerian Agama untuk lebih dekat dengan masyarakat, dengan mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, serta gagasan dari tokoh-tokoh agama dan pengurus keagamaan terhadap isu-isu aktual yang berkembang di lingkungan mereka.

“Kegiatan seperti ini penting untuk mendeteksi secara dini permasalahan sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat. Kita ingin hadir, mendengar, dan bersama-sama mencarikan solusi yang moderat dan menyejukkan,” ujar Sulman.

Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Muhid, yang juga merupakan Kepala KUA Tebing Tinggi Timur, dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus masjid, pengurus majelis taklim, penyuluh, dan tokoh agama lokal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

“Melalui dialog ini, kami berharap peserta bisa menyampaikan isu-isu yang terjadi di masyarakat, baik yang berkaitan dengan keagamaan, sosial, maupun budaya, untuk kemudian menjadi bahan rujukan dalam pembinaan lebih lanjut,” jelas Muhid.

Diskusi berjalan aktif dan partisipatif. Beberapa isu yang mengemuka antara lain terkait tantangan generasi muda, maraknya penyalahgunaan media sosial, serta pentingnya penguatan literasi keagamaan di tingkat desa.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi konkret dan langkah strategis yang dapat dijalankan oleh Kementerian Agama bersama masyarakat demi terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis dan moderat di Kepulauan Meranti. (T)