0 menit baca 0 %

Bimas Islam Kuansing Dorong Sinergi KUA dan Penyuluh dalam Penguatan Ekonomi Umat melalui Kerja Sama Kemenag BAZNAS

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mendorong peran aktif KUA dan Penyuluh Agama Islam dalam memperkuat ekonomi umat melalui kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Kuansing dan BAZNAS Kuantan Singingi, yang ditandai d...

Kuansing (Kemenag) Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mendorong peran aktif KUA dan Penyuluh Agama Islam dalam memperkuat ekonomi umat melalui kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Kuansing dan BAZNAS Kuantan Singingi, yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama (PKS) pada Senin (20/10/2025) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kuansing.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kuansing, H. Suhelmon, Kasi Bimas Islam, H. Bahrul Aswandi, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Supriadi, serta unsur pimpinan BAZNAS Kuansing yakni Ketua Syafriadi, Wakil Ketua I Emil Harda, Wakil Ketua II Zubirman, Wakil Ketua III Gustaf Kasibes, dan Wakil Ketua IV Darmawan.

Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam, H. Bahrul Aswandi, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara KUA dan Penyuluh Agama Islam dalam mendeteksi dan menjawab kebutuhan riil masyarakat. Penyuluh adalah detektor sosial yang memahami kebutuhan umat. KUA sebagai pilot project Pusaka Sakinah harus mampu menindaklanjuti dengan digitalisasi administrasi nikah, pembinaan remaja usia sekolah dan usia perkawinan, serta penguatan ketahanan keluarga, ujarnya.

Lebih lanjut, Bahrul menegaskan bahwa melalui program Lestari (Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Republik Indonesia), penyuluh memiliki peran penting sebagai pendamping rumah tangga dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Kerja sama antara Kemenag dan BAZNAS ini diharapkan memperkuat pelayanan keumatan, khususnya dalam pengelolaan zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. BAZNAS dan Kemenag harus saling menguatkan dalam membangun kesejahteraan umat, tambahnya.

Sementara itu, Emil Harda, Wakil Ketua I BAZNAS Kuansing, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup pendataan Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dari seluruh masjid, surau, dan mushala melalui koordinasi KUA dan Penyuluh Agama Islam. Selain itu, juga dilakukan pendataan muzakki potensial di wilayah Kabupaten Kuansing untuk mendukung optimalisasi penghimpunan dana keagamaan.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan kerja sama oleh Kepala Kantor Kemenag Kuantan Singingi, H. Suhelmon, yang dalam arahannya menegaskan kembali pentingnya sinergi antara penyuluh, KUA, dan BAZNAS. Penyuluh memiliki tujuh tugas dan fungsi, salah satunya adalah meningkatkan pemahaman dan peran keluarga dalam pengentasan kemiskinan melalui zakat. Dengan kolaborasi ini, kita harapkan lahir penguatan ekonomi umat berbasis masjid dan keluarga, ungkapnya. (snz)