0 menit baca 0 %

Bimas Islam Kuansing Pantau Pelaksanaan BRUS di SMAN 1 Benai

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi kembali melaksanakan monitoring kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Rabu (17/12/2025). Kali ini, monitoring dilakukan di SMAN 1 Benai, Kecamatan Benai, yang merupakan lokasi pela...

Kuansing (Kemenag) — Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi kembali melaksanakan monitoring kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Rabu (17/12/2025). Kali ini, monitoring dilakukan di SMAN 1 Benai, Kecamatan Benai, yang merupakan lokasi pelaksanaan BRUS oleh KUA Kecamatan Benai.

Monitoring kegiatan dilakukan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kuansing, Bahrul Aswandi, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan BRUS berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan BRUS di SMAN 1 Benai berada di bawah koordinasi Kepala KUA Kecamatan Benai, Kamislian, yang turut mendampingi selama proses kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kasi Bimas Islam meninjau langsung proses pelaksanaan pembinaan, mulai dari kesiapan peserta, kelancaran materi yang disampaikan, hingga aspek teknis dan administrasi kegiatan. Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program BRUS agar benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Program BRUS menjadi salah satu program prioritas Bimas Islam Kemenag Kuansing dalam membekali remaja usia sekolah dengan pemahaman keagamaan yang seimbang, mencakup pembinaan akhlak, penguatan karakter, serta penanaman nilai-nilai Qurani. Melalui pendekatan yang edukatif dan kontekstual, diharapkan para remaja mampu mengenali jati diri, bersikap bijak dalam pergaulan, serta tidak mudah terpengaruh oleh arus negatif perkembangan zaman.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kuansing menekankan bahwa keberhasilan program BRUS sangat bergantung pada sinergi antara Bimas Islam, KUA, dan pihak sekolah. Monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi sarana evaluasi dan perbaikan program pembinaan remaja ke depan. (snz)