Riau (Kemenag) – Bimbingan Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melaksanakan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen dan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Kristen Riau Tahun 2025 secara virtual melalui Zoom. Acara yang berlangsung pada Kamis (27/03/2025) ini diikuti sebanyak 137 orang peserta yang merupakan Penyuluh Agama Kristen (PNS, PPPK, dan Non PNS) dari berbagai daerah kabupaten / kota, Provinsi Riau.
Adapun
kegiatan ini diselenggarakan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
para Penyuluh Agama Kristen sehingga dapat maksimal dalam memberikan
pelayanannya dan berdampak di tengah masyarakat.
Narasumber yang hadir secara virtual dalam kegiatan ini
yakni: Kepala Kanwil Kemenag Prov. Riau, H. Muliardi dan Pembimbing Masyarakat
Kristen Armin Antoni Silaban, yang turut membersamai, memotivasi, dan
memperlengkapi para Penyuluh Agama Kristen.
Muliardi dalam arahan dan bimbingannya kepada peserta
menyampaikan agar Penyuluh Agama yang merupakan ujung tombak Kementerian Agama dapat
menjadi suluh yang berdampak di tengah masyarakat dengan mampu
mensosialisasikan program-program pemerintah. Â
“Jadilah suluh di masyarakat yang mampu mencerdaskan masyarakat
dengan program-program pemerintah terutama Asta Protas Kementerian Agama.” Ujar
Ka. Kanwil H. Muliardi
Menyambut arus mudik Lebaran 2025, Muliardi juga berpesan agar Penyuluh Agama Kristen dapat berkordinasi dengan pengurus rumah ibadah atau gereja-gereja yang terletak di jalur lintas mudik untuk turut serta dalam menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman bagi para pemudik. Rumah Ibadah yang ramah yakni dengan memperhatikan tempat peristirahatan dan fasilitas seperti toilet, MCK, yang nyaman dan bersih bagi para pemudik.
“Bapak / Ibu Penyuluh bekerja sama dengan KUA yang ada di kecamatan, mari menjadikan rumah ibadah atau gereja yang terletak di jalur mudik untuk menjadi rumah ibadah yang ramah, tempat peristirahatan yang nyaman bagi para pemudik, baik saat arus mudik dan juga saat arus balik” Pesan Ka. Kanwil H. Muliardi
Sementara itu, Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban yang juga
akrab disapa AAS dalam arahan dan bimbingannya mendorong peserta agar dapat
menjadi Penyuluh Agama Kristen yang berdampak. Dalam hal ini Penyuluh harus
dapat memahami eksistensinya, meningkatkan kompetensinya, memaksimalkan
pelayanan berbasis digitalisasi melalui media sosial sebagai ruang publik, mengimplementasikan
Asta Protas Kementerian Agama, dan menjadi Penyuluh Agama yang Smart.
Eksistensi kehadiran Penyuluh Agama sebagai representatif dalam
mensosialisasikan program-program Kementerian Agama di daerah. Untuk itu Penyuluh
Agama harus dapat secara maksimal memahami dan menjalankan tugas pokok dan
fungsinya yaitu: informatif, edukatif, advokatif, dan konsultatif. Â
“Penyuluh Agama Kristen baik itu PNS, PPPK, dan Non PNS
merupakan bagian dari Keluarga Besar Bimas Kristen Kementerian Agama, dalam eksistensinya
ini kehadiran Penyuluh harus dapat menjadi representatif dalam mengkomunikasikan
dan mensosialisasikan program-program Kementerian Agama di daerahnya” Ujar Armin
“Pahami dan jalankan dengan optimal apa yang menjadi tupoksi
Bapak/Ibu sebagai Penyuluh Agama” lanjut Armin
Dalam meningkatkan kompetensi sebagai Penyuluh Agama, Armin
menjelaskan ada empat skill yang perlu dibangun oleh Penyuluh yaitu: (1) kemampuan
mendengarkan, (2) berwawasan luas, yakni dengan banyak membaca, (3) kemampuan
menulis yakni mampu menghasilkan karya tulis atau tulisan-tulisan di ruang
publik, dan (4) kemampuan berbicara, yakni mampu menyampaikan komunikasi pesan
dengan baik. Selain itu, Armin juga mendorong agar Penyuluh dapat menjadi
Penyuluh Agama yang Smart.
“Bapak/Ibu teruslah tingkatkan kemampuannya yakni ada empat
skill yang perlu dimiliki oleh Penyuluh, yaitu: mendengarkan, berwawasan luas,
menulis, dan berbicara.” Papar Armin
“Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi Penyuluh
yang smart yakni: berintegritas, memiliki nasionalisme, berwawasan global,
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemampuan membangun jejaring
(networking skill), dan berjiwa entrepreneurship.” Imbuh Armin
Rangkaian acara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Pokjaluh Agama Kristen yang dipimpin oleh Ketua Pokjaluh Agama Kristen, Risda Hasugian. Dalam rapat koordinasi ini dibahas tentang AD/ART Pokjaluh Agama Kristen Provinsi Riau, peduli bencana banjir, konsolidasi Penyuluh Agama Kristen di semua daerah Prov. Riau, dll.
Acara kegiatan ditutup dengan foto bersama. (ian)