0 menit baca 0 %

Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin KUA Bengkalis Resmi Ditutup, Penghulu Beri Pesan Penting untuk Hari Ijab Qabul

Ringkasan: Bengkalis, 24 April 2025 Rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 16 pasang calon pengantin yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis resmi ditutup hari ini, Kamis (24/04). Penutupan dilakukan secara langsung oleh H.


Bengkalis, 24 April 2025 – Rangkaian kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 16 pasang calon pengantin yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis resmi ditutup hari ini, Kamis (24/04). Penutupan dilakukan secara langsung oleh H. Muhyidin, S.Ag, selaku Penghulu Madya KUA Kecamatan Bengkalis, bertempat di Musholla Al-Ikhlas Kantor Kemenag Bengkalis.
Sebelum acara ditutup secara resmi, H. Muhyidin menyerahkan sertifikat Bimwin kepada seluruh peserta sebagai bukti telah mengikuti pembekalan secara utuh. Penyerahan sertifikat ini menjadi simbol kesiapan dan komitmen pasangan calon pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan dasar ilmu dan pemahaman yang benar sesuai ajaran Islam.
Dalam sambutannya, H. Muhyidin memberikan pesan penting kepada seluruh peserta, khususnya berkaitan dengan teknis pelaksanaan akad nikah. Ia mengingatkan agar calon pengantin tidak mematikan atau menonaktifkan ponsel mereka menjelang hari pelaksanaan ijab qabul, terutama bagi yang menikah di rumah masing-masing. “Penghulu sering kesulitan mencari alamat jika komunikasi terputus, jadi mohon untuk selalu aktifkan ponsel,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan ijab qabul. Acara-acara adat atau prosesi seperti seserahan dan hantaran hendaknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum akad dimulai, agar tidak mengganggu jadwal yang telah disusun. “Penting untuk menghargai waktu, terutama saat penghulu harus melayani lebih dari satu akad dalam satu hari,” tambahnya.
Penutupan Bimwin hari ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembekalan yang berlangsung penuh semangat dan kehangatan. Para calon pengantin pun diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata peran aktif KUA dalam membina generasi keluarga muslim yang berkualitas dan tangguh menghadapi tantangan zaman.