0 menit baca 0 %

Bimbingan Perkawinan di KUA Tasik Putri Puyu Hadirkan Kiat-Kiat Membangun Keluarga yang Bermartabat

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (CaTin) pada hari Senin, 22 Desember  2025. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang Bimwin KUA Tasik Putri Puyu dan di...

Meranti(Kemenag)- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (CaTin) pada hari Senin, 22 Desember  2025. 

Kegiatan ini diselenggarakan di ruang Bimwin KUA Tasik Putri Puyu dan diikuti oleh empat pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Bimbingan ini dipandu langsung oleh ASN PPPK KUA dan juga dari ASN Puseksmas Bandul yang berpengalaman dalam pembinaan keluarga dan rumah tangga. 

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam kehidupan rumah tangga, antara lain: Tujuan dan makna pernikahan dalam Islam, Hak dan kewajiban suami istri, Komunikasi dalam rumah tangga, Pengelolaan konflik dan keuangan keluarga, Kesehatan reproduksi dan persiapan mental menjelang pernikahan.

ASN PPPK KUA Tasik Putri Puyu yang merupakan Penyuluh Agama Islam, Muhamad Sodikin, dalam materinya menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan bentuk ikhtiar untuk membekali pasangan calon pengantin agar siap secara lahir dan batin dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

“Dengan pembekalan ini, diharapkan para calon pengantin dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, sehingga mampu membentuk keluarga yang kokoh, harmonis  dan bahagia,” ujar Sodikin. Selain itu juga Sodikin mengharap kepada seluruh Calon Pengantin untuk selalu belajar terkait ilmu berumah tangga, dimanapun dan kapanpun. 

Sementara itu , Risna Julita, ASN Puskesmas Bandul yang juga berkesempatan memberikan materi,  menegaskan tentang pentingnya memahami kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin. 

"Seorang suami harus memahami waktu haidh istri dan masa suburnya. Hal ini penting untuk merencanakan kehamilan bagi pasangan pengantin yang baru menikah”, ujar Julita. 

Kegiatan ini  mendapat apresiasi positif dari para peserta yang merasa terbantu dalam memahami peran dan tanggung jawab dalam membina rumah tangga ke depan. Beberapa peserta menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan membuka wawasan baru mengenai pentingnya kesiapan berumah tangga dan juga pentingnya benar-benar menjalankan syari'at untuk keharmonisan rumah tangga yang dibina. 

Melalui kegiatan Bimwin ini, KUA Tasik Putri Puyu berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam menciptakan keluarga yang kuat, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai agama. (s)