0 menit baca 0 %

Bimbingan Perkawinan di Rengat: Sinergi Lintas Sektoral untuk Persiapan Keluarga Harmonis

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) --- Rabu, 08 Januari 2025, KUA Kecamatan Rengat menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan yang melibatkan kerja sama lintas sektoral. Kegiatan ini berlangsung di Gedung KUA Kecamatan Rengat, menghadirkan pemateri dari berbagai bidang, yaitu Kepala KUA Kecamatan Rengat, Amrizal...

Indragiri Hulu (Kemenag) --- Rabu, 08 Januari 2025, KUA Kecamatan Rengat menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan yang melibatkan kerja sama lintas sektoral. Kegiatan ini berlangsung di Gedung KUA Kecamatan Rengat, menghadirkan pemateri dari berbagai bidang, yaitu Kepala KUA Kecamatan Rengat, Amrizal; Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Rengat, Mirnawati; serta Penyuluh Agama, Sri Hastuti. Program ini bertujuan memberikan pembekalan bagi calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga yang harmonis dan sehat. 

Setiap pemateri menyampaikan materi sesuai dengan bidang keahlian mereka, memberikan pandangan komprehensif kepada peserta.

Dalam sesi pertama, Kepala KUA Kecamatan Rengat, Amrizal, memberikan paparan tentang konsep membangun keluarga sakinah. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik, saling pengertian, dan komitmen dalam membangun keluarga yang kokoh.

 "Keluarga sakinah adalah pondasi utama masyarakat yang sejahtera. Dalam pernikahan, pasangan harus saling mendukung, menghadapi tantangan bersama, dan selalu berlandaskan nilai-nilai agama," ujar Amrizal. 

Peserta terlihat antusias, mengajukan berbagai pertanyaan tentang peran masing-masing pasangan dalam membangun rumah tangga.

Materi kedua disampaikan oleh Mirnawati, Penyuluh Kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Rengat, yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Ia memberikan edukasi tentang perencanaan kehamilan, pola hidup sehat, dan cara mencegah penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan keluarga. 

"Kesehatan reproduksi adalah langkah awal membangun keluarga yang sehat dan bahagia. Pasangan harus saling mendukung dalam menjaga kesehatan masing-masing," kata Mirnawati. 

Materinya diikuti dengan sesi diskusi yang membahas mitos dan fakta tentang kesehatan reproduksi.

Penyuluh Agama, Sri Hastuti, melengkapi sesi bimbingan ini dengan materi tentang psikologi keluarga dan pengelolaan keuangan. Ia menjelaskan pentingnya memahami kepribadian pasangan dan cara mengelola emosi dalam menghadapi konflik. 

Selain itu, ia memberikan tips praktis tentang perencanaan keuangan rumah tangga agar keluarga tidak hanya bahagia secara emosional, tetapi juga stabil secara finansial. 

"Keuangan yang terencana adalah kunci ketenangan keluarga. Jangan ragu untuk berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama dalam pengelolaannya," jelas Sri Hastuti. 

Dengan suasana interaktif, sesi ini menjadi penutup yang memberikan wawasan penting bagi para calon pengantin. (Reski)