0 menit baca 0 %

Bimbingan Rohani: Hadirkan Ketenangan dan Harapan Bagi Pasien Rumah Sakit

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Suasana haru sekaligus penuh ketenangan menyelimuti ruang perawatan di Rumah Sakit Thursina, saat tim bimbingan rohani, Zul Afriandi  mengunjungi pasien untuk memberikan siraman kalbu dan doa bersama Selasa ( 26/08/2025).Kegiatan ini disambut hangat oleh pasien maupun keluarga ya...

Mandau (Kemenag)  – Suasana haru sekaligus penuh ketenangan menyelimuti ruang perawatan di Rumah Sakit Thursina, saat tim bimbingan rohani, Zul Afriandi  mengunjungi pasien untuk memberikan siraman kalbu dan doa bersama Selasa ( 26/08/2025).

Kegiatan ini disambut hangat oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi. Dengan lembut, para pembimbing rohani mengajak pasien untuk memperbanyak dzikir, berdoa, dan berserah diri kepada Allah SWT, seraya tetap berusaha menjalani pengobatan dengan penuh kesabaran.

“Sakit adalah ujian, sekaligus penghapus dosa. Dengan sabar dan ikhlas, insyaAllah setiap rasa sakit akan bernilai pahala,” tutur Zul Afriandi, yang memimpin bimbingan rohani.

Tak sedikit pasien yang menitikkan air mata saat lantunan doa bersama dipanjatkan. Mereka merasa lebih tenang, lebih kuat, dan kembali bersemangat menghadapi proses penyembuhan. Salah seorang pasien, [inisial nama], mengungkapkan, “Saya merasa seperti diberi energi baru. Tadi hati saya resah, tapi setelah dibimbing dan didoakan, saya jadi lebih tenang. Semoga Allah memberi kesembuhan.”

Direktur Rumah Sakit Thursina menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan non-medis yang sangat penting. “Kami tidak hanya ingin pasien sembuh secara fisik, tetapi juga pulih secara mental dan spiritual. Karena kesehatan sejati adalah ketika tubuh dan jiwa sama-sama kuat,” ujarnya.

Bimbingan rohani ini akan terus dilakukan secara rutin, sebagai bentuk kepedulian rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang menyentuh hati, menumbuhkan harapan, dan memberikan makna lebih dalam perjalanan kesembuhan pasien.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa doa, kesabaran, dan ketulusan adalah obat terbaik yang melengkapi setiap usaha medis.