0 menit baca 0 %

Bimtek SRIKANDI untuk wujudkan administrasi yang rapi

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) - Kasubbag Tata Usaha KanKemenag Kab. Inhu, Ehirdamri membuka secara langsung kegiatan Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi pada Senin, 10 Juni 2024 di Aula Gedung Pelayanan Haji dan Umrah. kegiatan ini di taja oleh Admin Satker Srikandi pada Kantor Kemente...

Indragiri Hulu (Kemenag) - Kasubbag Tata Usaha KanKemenag Kab. Inhu, Ehirdamri membuka secara langsung kegiatan Bimtek Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi pada Senin, 10 Juni 2024 di Aula Gedung Pelayanan Haji dan Umrah. kegiatan ini di taja oleh Admin Satker Srikandi pada Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu untuk memperkenalkan aplikasi Srikand kepada pegawai-pegawai di Lingkungan Kemenag Kab. Inhu. "Kementerian Agama adalah instansi yang responsif dalam menjalankan berbagai program SPBE, Srikandi adalah salah satu produk yang kita adopsi dengan tujuan agar administrasi kita di Kantor tersusun Rapi" ujar bapak Kasubbag Tata Usaha dalam sambutannya.

Selain itu, Kasubbag TU KanKemenag Kab. Inhu juga menyampaikan bahwa Aplikasi Srikandi sendiri mulai diterapkan di Kantor Kementerian Agama Kab. Inhu mulai dari bulan Juni. Hal ini merupakan tindaklanjut dari Keputusan Menteri Agama No. 848 Tahun 2022 tentang Srikandi pada Kementerian Agama, serta Surat Edara Menteri Agama No. 31 Tahun 2022 tentang Penggunaan Aplikasi Srikandi. walaupun baru saja diujicobakan di lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Inhu, diharapakan nantinya pada bulan selanjutnya dapat diterapkan diseluruh Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu seperti Kantor Urusan Agama Kecamatan, Madrasah dan Pondok Pesantren.

Usai pengarah dari Kasubbag TU, penyampaian materi disampaikan oleh Muhammad Fadhli Ihsan dan Reski Saputra. dalam pemaparannya Reski mengatakan bahwa semua surat yang masuk wajib di input kedalam aplikasi Srikandi, hal ini akan menjadi bentuk arsip digital bagi unit kerja. banyak keunggulan dari aplikasi srikandi ini ujar Reski. Pertama, surat yang masuk telah memiliki arsip digital, sehingga apabila hilang maka masih terapat softcopy yang bisa dipakai. Kedua, mengurangi penggunaan kertas karena surat keluar telah menggunakan sistem tanda tangan elektronik yang difasilitasi oleh srikandi, sehingga tidak perlu lagi mencetak surat keluar. Ketiga, lebih cepat dan fleksibel, karena semua layanan bersifat online dan terhubung dengan internet, maka surat dapat ditindaklanjuti kapanpun dan dimanapun.

"kami memiliki target kedepannya agar tahun ini, semua persuratan telah memiliki arsip digital yang dikelola dengan baik, mengingat kita juga telah memiliki SDM berupa Arsiparis yang cukup untuk merealisasikannya" ujar Reski saat menyampaikan materi. Ia juga berharap agar Inovasi ini dapat diterima oleh semua pihak demi mewujudkan SPBE yang berkualitas dan sistem administrasi persuratan yang baik.

(Reski)