0 menit baca 0 %

Bimwin Angkatan XI KUA Kecamatan Bantan, Siti Hidayah Sampaikan Materi Kesehatan Reproduksi

Ringkasan: Bantan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan ke-11, yang dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Bantan Rabu, (29/10/2025). Kegiatan ini merupakan program rutin Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan un...

Bantan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantan kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan ke-11, yang dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Bantan Rabu, (29/10/2025). Kegiatan ini merupakan program rutin Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental dan spiritual dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan sakinah.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan ini menghadirkan berbagai narasumber dengan materi yang berbeda setiap sesi. Pada pelaksanaan malam tadi, peserta mendapatkan pembekalan penting terkait “Kesehatan Reproduksi”, sebuah tema yang sangat relevan bagi calon pasangan suami istri dalam menghadapi kehidupan berumah tangga.

Sebagai pemateri, hadir Siti Hidayah, S.Pd, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya memahami kesehatan reproduksi sejak sebelum menikah hingga menjalani kehidupan pernikahan.

Kegiatan dilaksanakan di Aula KUA Kecamatan Bantan, yang dihadiri oleh para calon pengantin dari berbagai desa di wilayah kecamatan tersebut.

Materi tentang kesehatan reproduksi diberikan untuk meningkatkan pengetahuan calon pengantin agar mampu menjaga kesehatan diri dan pasangan, memahami fungsi serta tanggung jawab reproduksi secara benar, dan menghindari permasalahan kesehatan yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Dalam penyampaian materinya, Siti Hidayah, S.Pd menggunakan metode ceramah interaktif yang diselingi dengan sesi tanya jawab. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, memahami masa subur, serta mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria dan wanita. Tak hanya itu, beliau juga mengingatkan peserta tentang pentingnya komunikasi terbuka antara suami dan istri dalam menjaga kesehatan dan keharmonisan rumah tangga.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya mengenai hal-hal praktis seputar kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Materi ini dinilai sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman ilmiah yang berpadu dengan nilai-nilai moral dan agama.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin dapat lebih siap secara fisik dan mental dalam membangun rumah tangga yang sehat, berkualitas, dan diridai Allah SWT.