Indragiri Hulu (Kemenag) - Kepala KUA Kec. Sungai Lala, Samsul Hadi bersama Penyuluh Agama dan Puskesmas UPTD Kec. Sungai lala lakukan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bersama empat pasang calon pengantin pada Senin, 10 Juni 2024 di Ruang Balai Nikah KUA Kec. Sei. Lala. kegiatan ini ditujukan agar nantinya calon pengantin dapat membina rumah tangga yang sakinah, serta sehat baik dari segi fisik maupun mental. pada KUA Kec. Sungai Lala Sendiri sudah terdapat sebuah kelompok yang disebut sebagai Calon pengantin Sungai Lala Mantap, Aktif, Peduli dan Sehat (CATIN SULAM ALIS). kelompok ini merupakan sebuah Inovasi antar Penghulu, Penyuluh dan Puskesmas di lingkup Kecamatan Sungai Lala.
"Nantinya setiap catin akan kami masukkan dalam grup khusus, lalu disana akan di share materi-materi pra nikah. dan nanti akan dipanggil untuk melakukan Bimwin Pra Nikah secara tatap muka" ujar kepala Samsul Hadi ketika dimintai keterangan dalam kegiatan. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sudah jauh diadakan dari beberapa tahun lalu. Pemahaman dunia pernikahan perlu dipersiapkan jauh hari bukan saja saat ingin menikah, sehingga materi-materi terkait pernikahan juga kerap di share di sosial media KUA Kec. Sungai Lala.
Penyuluh Agama Islam, Kurniadi juga mengatakan ketika hadir bahwa kegiatan Bimwin Pra Nikah bukan saja secara tatap muka maupun sosiial media, tetapi juga kami dibuatkan sebuah flyer yang dapat dibaca dan dibawa pulang untuk dibaca oleh catin. "Kami ingin mempersiapkan sebaik mungkin catin di Kecamatan Sungai lala agar siap untuk menikah" ujarnya. Bimwin Pra Nikah ini juga diharapkan dapat mengurangi angka perceraian serta stunting, karena catin telah siap menempuh hidup berkeluarga.
Kegiatan Bimwin Pra Nikah juga dihadiri oleh UPTP Kec. Sungai lala sebagai salah satu bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama dan Pemerintahan Daerah dalam menjaga kesehatan catin. Kegiatan bimbingan perkawinan menggabungkan dari segi agama Islam serta edukasi, konseling pranikah oleh pihak Puskesmas dan Penyuluh KB dengan materi kesehatan reproduksi dan kesehatan calon orang tua sebagai upaya mencegah maupun percepatan penurunan angka stunting dengan menyasar calon orang tua melalui calon pengantin dengan harapan calon ibu siap melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting.
(Reski)