Bathin Solapan (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bathin Solapan Rahmat, S.Pd.I, mengadakan kegiatan pembinaan majelis taklim yang dilaksanakan di masjid Ar-Raudho Jalan Kayangan Kelurahan Air Jamban Jum’at (20/06/2025).
Sampaikan penyuluhan dengan tema "Orang-orang yang Bangkrut di Akhirat Kelak", Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anggota majelis taklim tentang amalan-amalan yang dapat menyebabkan kerugian besar di akhirat, serta bagaimana cara menghindarinya.
Tema ini dipilih karena mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga amalan baik dan menjauhi perbuatan yang dapat merugikan di akhirat. Beberapa contoh perbuatan yang bisa menyebabkan kebangkrutan di akhirat antara lain tidak menunaikan kewajiban agama, melakukan perbuatan dosa besar, dan menyia-nyiakan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.
Penyuluh Agama Islam (PAI) Rahmat, S.Pd.I dalam binaan akan memberikan penjelasan, contoh, dan tips praktis agar anggota majelis taklim dapat meningkatkan kualitas ibadah dan amal shaleh mereka. Kegiatan penyuluhan dan bimbingan ini merupakan bagian dari salah satu program rutin KUA Kecamatan Bathin Solapan dalam rangka pembinaan umat di dalam masyarakat, serta sebagai wujud nyata peran penyuluh agama islam dalam pembangunan karakter masyarakat yang religius.
Binaan Majelis Taklim yang berada di bawah binaan PAI KUA Kecamatan Bathin Solapan Rahmat, S.Pd.I ini dilaksanakan setiap sekali sebulan dan berjumlahkan anggota sebanyak 25 orang. Rahmat, S Pd.I dalam binaannya menjelaskan salah satu contoh yang berkaitan dengan materi tersebut.
“Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW bertanya kepada para sahabatnya, Tahukah kalian, siapakah orang yang muflis (orang yang bangkrut) itu?" Karena tidak tahu apa yang dimaksud oleh beliau, mereka pun menjawab, Menurut kami, muflis itu adalah orang yang tidak mempunyai harta benda. Jawaban itu tentu bukan yang dimaksud oleh Rasulullah SAW. Beliau lalu menjelaskan, Yang muflis di antara umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal-amal shalat, puasa, dan zakat. Namun, ia pernah mencaci, menuduh zina, merampas harta, membunuh, dan memukul orang lain. Maka pahala kebajikan orang tersebut akan diberikan sebagai tebusan kepada orang-orang yang dizaliminya itu. (dan, apabila kebajikannya sudah habis, sementara kesalahan-kesalahannya belum semua tertebus, dosa orang-orang tersebut akan ditimpakan kepada orang tadi. Kemudian, ia dilemparkan ke dalam neraka) (HR Muslim).
Dalam binaannya, Rahmat, S.Pd.I juga menyampaikan pentingnya nilai-nilai dasar yang menjadi benteng seorang Muslim agar terhindar dari kerugian dunia dan akhirat. Empat poin utama yang disampaikan mencakup iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, serta saling menasihati dalam kesabaran. Materi ini merujuk pada kandungan Surah Al-Ashr yang menjadi landasan penting dalam membentuk karakter dan perilaku umat Islam.
“Tidak ada seorang pun dalam hidup ini yang ingin bangkrut. Dalam setiap aktivitas yang dilakukannya pasti yang ada di benaknya adalah keuntungan dan keuntungan. Bahkan ada pula yang berprinsip dengan modal seminim-minimnya tapi dapat untung yang sebesar-besarnya”. jelasnya
Kegiatan binaan ini disambut dengan sangat antusias oleh jemaah Majelis Taklim Ar-Raudho yang mayoritas merupakan ibu-ibu rumah tangga dan tokoh masyarakat setempat. Dalam penyampaiannya, Mulyati sebagai ketua dari majelis taklim tersebut juga mengucapkan terimakasih kepada Ustadz Rahmat, S.Pd.I yang telah membantu memberikan ilmu yang bermanfaat dan mengajak jamaah untuk senantiasa mengamalkan ajaran Islam secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri, keluarga, dan lingkungan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anggota majelis taklim tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Dengan pemahaman yang baik tentang tema ini, diharapkan anggota majelis taklim dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.