Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir Pada KUA Kecamatan Pekaitan Sukri, melakukan binaan rutin kepada kelompok binaan Majelis Taklim Al-Aqidatun di Kepenghuluan Pedamaran, Jumat Sore (6/9/24).
Pada penyuluhan kali ini sukri tekankan pentingnya amal sholeh sebagai bekal menuju kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti akan dihadapi setiap makhluk, oleh karenanya untuk menghadapi hal tersebut haruslah mempunyai bekal yang cukup.
Menurutnya barangsiapa yang masuk kedalam kubur tanpa membawa bekal (amal sholeh) ibarat menyemberang laut tanpa mengunakan perahu. Pada kesempatan itu sukri menjelaskan kenapa pentingnya mempersiapkan diri (amal sholeh) menghadapi kematian.
"Amal sholeh adalah investasi terbaik untuk akhirat, dengan beramal sholeh kita akan mendapatkan pahala yang besar, berharap Keridhoan Allah SWT dimasukkan kedalam surga," tutur sukri dihadapan jamaah.
Sukri menambahkan, amal sholeh dapat menjadi penebus dosa-dosa yang pernah dilakukan selama hidup. Selain itu, melakukan amal sholeh memberikan ketenangan hati dan mengurangi rasa takut terhadap kematian.
Pada kesempatan itu sukri paparkan dan mengajak jamaah untuk melakukan amalan sholeh yang bisa dilakukan setiap saat seperti meminta ampun atas dosa-dosa yang pernah dibuat, memperbanyak ibadah sholat, puasa, dzikir, shodaqoh, membaca Al-Qur'an, membantu sesama manusia, menghadiri majelis ilmu dan ibadah lainnya.Â
"Dengan menjalankan amal sholeh secara istiqomah, kita telah mempersiapkan diri untuk mengahadapi kematian dengan tenang dan berharap mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT," ucapnya.
"Ingatlah, kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja. Maka dari itu, marilah kita perbanyak amal sholeh sebelum ajal menjemput," tutupnya.
Ditemui saat usai melakukan binaan, sukri mengatakan kenapa ia mengangkat tema ini yakni untuk mengingatkan jemaah kelompok binaanya agar senantiasa ingat dan tidak melupakan pada sesuatu yang pasti akan ditemui yaitu mematian.Â
Disamping itu juga, agar jamaahnya tidak hanya sibuk dan terhanyut pada kehidupan dunia yang fana ini namun juga meningkatkan amalannya kepada Allah SWT sebagai bekal menuju kampung yang abadi yakni akhirat.
Melalui binaan ini sukri berharap jamaahnya selalu ingat dengan kematian, mendekatkan diri kepad sang khalik dengan mempersiapkan amal shaleh menuju kematian tersebut, agar terhindar dari azab kubur dan dimasukkan kedalam surganya Allah SWT. (Humas edit by:mus)