0 menit baca 0 %

BKPRMI Lakukan Konsultasi Dengan Kakan Kemenag Rohul

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Pimpinan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kab Rokan Hulu (Rohul) dibawah pimpinan Maulana, lakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Selasa (2/7/2013) bertempat di ruang...
ROKAN HULU (KEMENAG) Pimpinan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kab Rokan Hulu (Rohul) dibawah pimpinan Maulana, lakukan konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Selasa (2/7/2013) bertempat di ruang kerja Kemenag Rohul, Pasir Pengaraian. Ketua BKPRMI Maulana yang ditemani Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) BKPRMI Rohul Ilham SH, menyatakan bahwa konsultasi dan kordinasi tersebut dimaksudkan untuk meminta masukan dan pertimbangan dari Kakan Kemenag Rohul selaku Ketua Dewan Pembina BKPRMI Rohul. Dikatakannya, konsultasi dan kordinasi ini dilakukan secara rutin dengan Kakan Kemenag Rohul, untuk mendapatkan masukan dalam pengembangan dan pemberdayaan anggota BKPRMI yang tersebar di seluruh masjid, langgar, dan mushalla yang ada di Kab Rohul. Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa BKPRMI adalah organisasi remaja masjid yang telah banyak berperan dalam membina dan memberdayakan generasi muda dengan berbasiskan masjid, sehingga para remaja tersebut terlahir sebagai generasi penerus harapan bangsa. Menurutnya, BKPRMI adalah wadah berkumpulnya para remaja masjid, untuk mencapai satu tujuan yaitu mencetak kader-kader bangsa dan kader umat. Para remaja masjid adalah salah satu pewaris sah suksesi kepemimpinan di negeri ini. Mereka diharapkan menjadi orang terdepan melakukan perubahan di tengah-tengah masyarakat, tegas Ahmad Supardi. Menurut Ahmad Supardi, Realitas umat kekinian menunjukkan, bahwa umat saat ini berada pada titik terendah dalam sejarah peradaban umat manusia. Umat Islam harus dapat bangkit dari keterpurukan ini, untuk selanjutnya meraih estafeta perjuangan dan kemajuan zaman. Umat Islam adalah manusia superior dan bukan inferior. Umat Islam tidak ada bedanya dengan umat lain, bahkan melebihi dari mereka. Namun sikap merasa inferior, selalu menghinggapi umat dan para tokohnya. Akibatnya, umat islam tak bisa bangkit. Ibarat dalam peperangan, kalah sebelum berperang, tegas Ahmad Supardi. Untuk itu, umat Islam terutama para tokohnya harus berani bangkit dan membuktikan dirinya sebagai umat pertengahan, umat terbaik, dan umat panutan bagi umat lain, tegasnya.***(Ash)