0 menit baca 0 %

BPK : Cermati Penggunaan Anggaran Agar Tidak Merugikan Negara

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) - Kunjungan BPK RI selama 12 hari merupakan kegiatan audit tahunan mengenai anggaran yang telah digunakan pada tahun 2012 dan pada kali ini BPK RI juga turun kedaerah untuk mengaudit satker lain yang masih berada dalam lingkungan Kemenag Riau.
Pekanbaru (Humas) - Kunjungan BPK RI selama 12 hari merupakan kegiatan audit tahunan mengenai anggaran yang telah digunakan pada tahun 2012 dan pada kali ini BPK RI juga turun kedaerah untuk mengaudit satker lain yang masih berada dalam lingkungan Kemenag Riau. Audit yang dimulai pada tanggal 1 April ini merupakan perjalanan panjang yang cukup melelahkan terlebih untuk anggota BPK RI yang bekerja dengan dateline terbatas. Akhir agenda pada kunjungan ini adalan Pemantapan Kinerja Kemenag RI yang dimana BPK RI memberikan penjelasan mengenai hasil audit tahun anggaran 2012. Pemantapan Kinerja Kemenag Riau dilaksanakan hari Jumat (12/04) pada pukul 14.00 WIB di Aula Besar Kanwil Kemenag Riau. Acara ini dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau dan pengarahan oleh Kepala BPK RI dan Ketua Tim Auditor BPK RI dan didampingi oleh Wakil Rektor UIN Suska Riau serta dihadiri oleh jajaran pejabat di Kemenag Riau. "Sudah terlalu lama kita membenarkan kebiasaan bukan membiasakan yang benar, stigma seperti inilah yang harus kita ubah dengan pengauditan ini, jadikan audit itu sebagai suatu kebutuhan agar pada setiap audit dilaksanakan tidak perlu dihadapi dengan kecemasan karena audit merupakan evaluasi dari kinerja yang sudah dilaksanakan agar untuk kedepannya kinerja menjadi lebih baik dan meminimalisasikan kekeliruan. Sistem anggaran di Indonesia memang masih banyak perubahan karena itu proses yang wajar sebagai arah perbaikan. Akan tetapi sebagai pengguna anggaran kita harus lebih cermat agar anggaran yang digunakan bisa tepat sasaran dan tidak merugikan negara," arahan dari Kepala BPK RI, Heru. BPK bertugas juga untuk melakukan konsulidasi agar hasil audit tidak bersifat autis dan hasil temuan dapat diklarifikasikan secara lisan sebagai pelengkap berkas atau dokumen yang diaudit. Jadi, apabila ada hasil audit yang tidak sesuai maka pihak yang diaudit dapat memberikan keluhannya kepada Ketua Tim Audit. "Audit yang dilaksanakan ini sebagai bahan evaluasi sehingga apabila anggaran 2013 sudah dapat dilaksanakan maka kami akan membuat perencanaan anggaran yang lebih baik lagi terutama permasalahan aset-aset yang belum lengkap administrasi kepemilikannya akan diperbaiki secepatnya agar kedepan Kemenag Riau tidak lagi ditemukan penggunaan anggaran yang keliru," ujar tarmizi dalam penutupannya. (nvm)