Indragiri
Hulu (Kemenag) – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari
pangan berisiko digencarkan di Kabupaten Indragiri Hulu. MA Madinatun Najah
Rengat menjadi tuan rumah Sosialisasi Program Sekolah dengan Pembudayaan
Makanan Pangan yang dilaksanakan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)
Inhu pada Kamis (11/9). Kegiatan ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang
pendidikan, mulai dari SD, MI, MTs, SMP, MA hingga SMA di wilayah Rengat dan
Rengat Barat.
Program ini dirancang sebagai langkah preventif untuk membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya konsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi. Tim Sosialisasi BPOM Inhu menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan gaya hidup sehat.
“Anak-anak adalah konsumen aktif. Dengan memberi
mereka pengetahuan sejak dini, kita bukan hanya menjaga kesehatan mereka,
tetapi juga membentuk generasi yang lebih peduli pada keamanan pangan,”
ujarnya.
Kegiatan
ini tidak hanya memberikan edukasi tentang memilih jajanan sehat di sekolah,
tetapi juga mendorong pihak madrasah dan sekolah umum untuk menciptakan budaya
sadar pangan. Melalui sosialisasi ini, guru, siswa, dan orang tua diharapkan
mampu bekerja sama mengawasi sekaligus mendorong hadirnya kantin sehat di
lingkungan pendidikan.
Menurut salah satu guru pendamping, langkah BPOM ini sangat relevan dengan kondisi di lapangan.
“Masih banyak anak-anak yang jajan tanpa memperhatikan kandungan
gizinya. Sosialisasi ini bisa membuka mata kita untuk lebih selektif dalam
mendampingi anak-anak saat memilih makanan,” katanya.
Secara
langsung, kegiatan ini berdampak pada peningkatan kesadaran siswa akan
pentingnya pola makan sehat. Sementara secara tidak langsung, ia dapat memicu
terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan, sekaligus
mengurangi risiko penyakit akibat pangan yang tidak layak konsumsi.
Dengan
keterlibatan banyak sekolah di Rengat dan Rengat Barat, diharapkan gerakan ini
menjadi awal dari lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada
akademik, tetapi juga kesejahteraan fisik dan kesehatan generasi muda.
(Reski)