Breaffing Kanwil Singgung Kekurangan RKB di Madrasah Negeri
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan tupoksi dan sikronisasi pembangunan bidang agama dan keagamaan menuju masyarakat yang taat, dinamis dan rukun, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (14/7) pagi mengadakan breaf...
Pekanbaru (Humas)- Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan tupoksi dan sikronisasi pembangunan bidang agama dan keagamaan menuju masyarakat yang taat, dinamis dan rukun, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (14/7) pagi mengadakan breaffing dengan seluruh Kepala Bidang (Kabid), Pembimas, Kasubag, dan Kasi-kasi dilingkungan Kemenag Riau.
Pada pertemuan yang dihadiri sekitar 40 orang tersebut, Ka Kanwil Kemenag menekankan beberapa program yang harus diimplementasikan dan beberapa permasalahan yang harus segera dicarikan solusi dilingkungan Kemenag, baik ditingkat provinsi maupun di Kabupaten dan Kota.
"Demi meningkatkan kinerja dilingkungan Kemenag, banyak hal yang harus terus kita benahi. Khususnya yang terkait dengan data-data, kita seharusnya punya data base sehingga tidak terjadi perbedaan data antara bidang-bidang yang ada di lingkungan Kemenag Riau," tegas Asyari Nur pada pertemuan yang berlansung sekitar satu jam tersebut.
Permasalahan-permasalahan yang dibahas dalam brefing tersebut diatanranya terkiat dengan format orientasi yang selama ini dilaksanakan perlu ada format baru, sehingga pelaksanaan dan implementasinya lebih maksimal. Data-data yang ada di lingkungan kemenag atau bidang-bidang terkait harus dikoordinasikan antar bidang, sehingga timbul singkronisasi antara data yang ada dibidang satu dengan yang lainnya.
Terkait dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) ke luar kota maupun ke daerah-daerah hendaknya lebih selektif, sehingga perjalanan dinas yang dilakukan terkesan tidak terkesan cuma-cuma atau sia-sia belaka. "Kita ingin SPPD yang dilakukan oleh pegawi harus benar-benar jelas arahnya," ucapnya.
Selain itu, permasalahan yang juga harus mendapatkan perhatian serius saat ini adalah terkait dengan sekolah madrasah negeri. Dimana tingkat kebutuhan Ruang Kelas Belajar (RKB) disekolah madrasa negeri cukup tinggi dengan kebutuhan tahun ini mencapai 83 lokal.
"Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap madrasah negeri saat ini semakin tinggi, tapi satu sisi kita menghadapi persoalan baru karena ada beberapa madrasah negeri yang jadi kekurang RKB. Sehingga ini perlu kita carikan solusinya agar proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggun," ungkap Asyari.
Asyari Nur menambahkan, selain beberapa persoalan yang harus segera dicarikan solusinya tersebut, ia juga memberikan kabar gembira bagi pegawai, yaitu tentang remunerasi atau pemberian gaji tambahan sesuai dengan beban tugas pada pegawai direncanakan pada tahun 2011 mendatang.
"Jadi gaji PNS diberikan sesuai dengan tugas yang mereka emban, mulai dari tugas kecil hingga yang besar diberikan anggaran dengan syarat setiap pekerjaan direkomendasikan oleh atasan dan ada pelaporan hasil kerjanya," terangnya sambil menutup breaffing dengan pejabat di lingkungan Kemenag Riau. (msd)