0 menit baca 0 %

BRUS Angkatan II SMAN 9 Mandau Resmi Dibuka , KUA dan Sekolah Bersatu Bina Karakter Generasi Muda

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Aula SMA Negeri 9 Mandau pada Selasa (12/8/2025) dipenuhi semangat dan antusiasme siswa saat Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan II Tahun 2025 resmi dibuka. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektoral antara KUA Mandau dan SMA N 9 Mandau, yang tertuang dalam no...

Mandau (Kemenag) – Aula SMA Negeri 9 Mandau pada Selasa (12/8/2025) dipenuhi semangat dan antusiasme siswa saat Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan II Tahun 2025 resmi dibuka. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektoral antara KUA Mandau dan SMA N 9 Mandau, yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) sebagai komitmen bersama membina generasi muda.

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum,Berlian yang sekaligus meresmikan kegiatan. Jalannya acara dikendalikan dengan penuh percaya diri oleh MC Pit Era Yenti, sementara suasana menjadi lebih khidmat saat doa dipimpin oleh Muhammad Fahmi. Sebanyak 40 siswa terpilih menjadi peserta, siap menerima bimbingan selama program berlangsung.

Program BRUS ini tidak sekadar mengisi waktu belajar, melainkan dirancang untuk membentuk karakter, memperkuat pemahaman agama, dan membekali siswa dengan nilai-nilai moral yang dapat menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan masa remaja. Materi yang diberikan meliputi pembinaan akhlak, penanaman nilai tanggung jawab, serta keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Mandau menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini penting untuk membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan. “Remaja adalah aset masa depan bangsa. Dengan pembinaan yang tepat, kita bisa membantu mereka tumbuh menjadi pribadi berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Kegiatan BRUS Angkatan II ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan dampak positif, baik bagi siswa, sekolah, maupun lingkungan sekitar, sekaligus menjadi benteng moral di tengah arus globalisasi yang begitu cepat.