Salo ( Kemenag )---suasana SMPN 1 Salo mendadak penuh semangat. Bukan karena ulangan, apalagi razia, melainkan karena hadirnya tim Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) KUA Kecamatan Salo yang mengupas isu-isu panas seputar dunia remaja.
Hadir dalam kegiatan ini jajaran penyuluh agama KUA Salo, yakni: Gusmawati, S.H.I. – Koordinator penyuluh sekaligus bertugas sebagai protokol, Adi Jondri Putra, S.Sos.I., Zamhasri, S.H.I., dan, Indra Gamal, S.Ag.
Kepala SMPN 1 Salo, Drs. Hasmi, menyambut hangat rombongan penyuluh. Sementara itu, Indra Gamal tampil mewakili KUA Salo dengan memberikan sepatah kata penuh motivasi, mengingatkan para siswa untuk menjadi generasi yang kuat, sehat, dan bermoral.
Sesi pertama diisi Adi Jondri Putra, S.Sos.I., yang langsung menohok dengan isu narkoba dan judi online. Dengan bahasa sederhana dan contoh nyata, ia berhasil membuat siswa terdiam sekaligus waspada. “Sekali terjerat, masa depan hancur lebur,” tegasnya.
Tak kalah menarik, giliran Zamhasri, S.H.I. yang membuat suasana semakin serius. Ia mengupas lima topik krusial: pernikahan dini, LGBT, bullying, pergaulan bebas, serta stunting. Materi ini sukses membuka mata para siswa bahwa ancaman di sekitar mereka nyata dan harus diwaspadai sejak dini.
Kegiatan BRUS ini tidak hanya jadi ajang ceramah biasa, melainkan ruang dialog dan motivasi. Penyuluh agama hadir sebagai sahabat remaja, membimbing agar siswa tidak salah melangkah.
Dengan gaya interaktif, penyuluh menekankan pentingnya menjaga diri, mengontrol pergaulan, serta menguatkan iman dan karakter. Semua sepakat, remaja hari ini adalah penentu wajah Indonesia di masa depan
Acara berakhir dengan antusiasme siswa yang tinggi. Kepala sekolah, penyuluh, hingga seluruh peserta berharap kegiatan semacam ini bisa rutin dilakukan agar remaja Salo makin siap menghadapi tantangan zaman.
“Remaja kuat, bangsa hebat. Jangan biarkan narkoba, judi online, dan pergaulan bebas merenggut masa depanmu!”
Kontributor : Fatmi