0 menit baca 0 %

BTH-03 Usulkan Penggabungan Mahram dan Pendamping Jemaah Haji terpisah di Makkah

Ringkasan: Makkah (Kemenag) --- Beriat bahagia  disampaikan  Kloter BTH - 03 yang sebelumnya terdapat jemaahnya yang terpisah antara mahram atau pendamping. berdasarkan Surat Edaran Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1446 H/ 2025 M Nomor 059/PPIH-AS/5/2025 Tanggal 17 Mei 2025 ten...

Makkah (Kemenag) --- Beriat bahagia  disampaikan  Kloter BTH - 03 yang sebelumnya terdapat jemaahnya yang terpisah antara mahram atau pendamping. berdasarkan Surat Edaran Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1446 H/ 2025 M Nomor 059/PPIH-AS/5/2025 Tanggal 17 Mei 2025 tentang penggabungan pasangan jemaah haji yang terpisah dalam Penempatan di Makkah, ketua Kloter BTH - 03 langsung menindak lanjuti. 

Ketua kloter BTH-03 Zulfa Hendri sudah menyurati Kepala Sektor 4 Daker Makkah dan ditembuskan kepada Kadaker Makkah, Kakanwil Kemenag Riau dan Kakan Kemenag Kota Pekanbaru untuk melaporkan pendataan jemaahnya yang termasuk dalam kategori pasangan terpisah (suami dan istri, anak dan orang tua, lansia/disabilitas dan pendampingnya).

Terdapat 5 jemaah yang belum satu hotel dan satu maktab, hingga terbitnya surat edaran tersebut. Sebelumnya sejak ketibaan pendorongan BTH-03 dari Madinah ke Kota Makkah pada 13 Mei 2025 Pukul 02.00 WAS, 445 Jemaah kloter BTH-03 yang ditangani oleh satu syarikah, yakni Al Baet Guest terdistribusi kedalam 4 hotel.

Rinciannya, Hotel Awqaaf Ali Al Mufti / Hotel Rawda (No Hotel 423) sebanyak 414 jemaah, Hotel Dar Al Azhar (No Hotel 426) sebanyak 20 jemaah, Hotel Mizab Al Adl (No Hotel 130) sebanyak 4 jema'ah dan Hotel Burj Al Sawtiya (No Hotel 106) sebanyak 7 jemaah. Pada saat tersebut, terdapat 31 jemaah yang terpisah dengan pasangannya.

"Sejak awal kedatangan, dari 31 orang jemaah yang beda hotel dengan pasangannya itu, kita telah ajukan permohonan ke Kepala Sektor 4 Daerah Kerja (Daker) Makkah dan mendapat atensi dari Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi," kata Zulfa, Senin (19/5/2025).

Saat itu, lanjutnya, Kadaker langsung mengunjungi pemondokan jemaah di hotel 423 untuk berdialog dengan petugas kloter dan jamaah pada Rabu (13/05/2025). Ditetapkanlah 20 orang yang satu maktab, yang semula ditempatkan di Hotel Dar Al Azhar dapat dikembalikan kedalam satu hotel di Hotel Rawda ini, bersama 214 jemaah lainnya.

"5 orang lainnya pula disatukan dengan pasangan di Hotel Mizab Al Adl (No Hotel 130) sebanyak 3 jemaah dan Hotel Burj Al Sawtiya (No Hotel 106) sebanyak 3 jemaah. Sisanya 5 orang lagi, hari ini kembali kami usulan ke Kasektor 4 Makkah untuk diputuskan ke Kadaker PPIH Arab Saudi," jelas Zulfa.

Penyatuan pasangan ini penting, menurut Zulfa yang didampingi H Pujianto Pembimbing Ibadah Kloter pertama Riau tersebut. Ditegaskannya, perbedaan maktab berdampak pada pemisahan hotel, mulai dari layanan akomodasi penginapan dan konsumsinya, proses masuk dan layanan maktab di Arafah, Muzdalifah maupun Mina (Armuzna), dan rangkaian proses bimbingan jelang Armuzna, Armuzna, dan pasca armuzna-nya.

"Insyaallah Kementerian Agama akan mengoptimalkan khidmatnya menghadirkan proses ibadah haji yang menenangkan dan menyenangkan untuk melahirkan para Haji Hajjah yang mabrur sepanjang umur," imbuh Zulfa lagi, sapaan akrab ASN Kementerian Agama Kota Pekanbaru, yang juga Sekretaris pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau ini.

Menanggapi surat dari Ketua Kloter BTH-03, Kepala Sektor 4 Makkah Kamaluddin, menjelaskan bahwa usulan ini akan segera di rekap dan dilaporkan ke Kadaker Makkah untuk diputuskan tindaklanjutnya.