Riau (Inmas) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA membuka kegiatan Literasi Agama bagi Kepenghuluan Tingkat Prov. Riau, Minggu, (7/3/21) bertempat di Hotel Grand Central Pekanbaru.
Didampingi Kabid Urais Drs. H. Afrialsah Lubis, Kasi Kemasjidan Hisab Rukyat dan Binsyar Dr. H. Zulfadli, MA, Kasi Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah Dra. Hj. Idah Heridah, MM dan Kasi Lainnya pada Bidang Urais Kanwil kemenag Riau, Dirjen Bimas Islam menyampaikan Penghulu merupakan salah satu entitas yang sangat fundamental dalam meningkatkan kehidupan Beragama dan berbangsa di Indonesia, memiliki peran yang sangat fundamental, strategis dan decisive (menentukan) karena penghulu secara langsung berinteraksi, mendengarkan, merasakan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"penghulu dan KUA harus menjadi pusat layanan publik yang strategis, terutama terutama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dengan membangun kapasitas keluarga yang baik".
Lebih lanjut Kamaruddin meminta KUA/Penghulu untuk terus meningkatkan kualitas pengetahuan baik dalam membaca buku maupun membaca realitas kehidupan sosial keagamaan di lingkungannya.
“KUA/ Penghulu agar terus belajar membaca buku, membaca realitas, membaca kebutuhan masyarakat, membaca denyut, nadi kehidupan sosial keagamaan dilingkungan dimana mereka hidup supaya bisa memberikan respon yang bermutu dan bisa memberikan respon yang berkualitas, tidak hanya membaca buku saja tetapi harus membaca realitas social keagamaan”
Sementara itu Ditjen Bimas Islam terus berupaya melakukan peningkatan kualitas pelayanan di KUA dengan melakukan peningkatan sarana dan prasarana yang refresentatif terhadap KUA Kecamatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM yang ada di KUA harus memiliki literasi digital sehingga dapat menjadi peran yang lebih sentral/strategis, literasi digital sangat penting bukan hanya memberikan layanan publik di kantor saja tetapi juga mmberikan layanan publik lewat dakwah, menjadi agen moderasi beragama dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang damai, toleran yang mencintai rahmatan lill’alamin.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari hingga (9/3/21) tersebut diikuti oleh 34 orang peserta yang terdiri dari Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, dan Penghulu Kab/Kota Se - Prov. Riau.