0 menit baca 0 %

Buka Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama, Syahrul: Transformasi Digital Merubah Cara Kerja Manual Menjadi Digital

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi membuka secara resmi pelatihan pengerak penguatan moderasi beragama berbasis rumah ibadah angkatan ke-III. Kegiatan yang di taja Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru ini dibuka senin (3/6/24).Dalam arah...

Pekanbaru (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi membuka secara resmi pelatihan pengerak penguatan moderasi beragama berbasis rumah ibadah angkatan ke-III. Kegiatan yang di taja Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru ini dibuka senin (3/6/24).

Dalam arahannya Syahrul Mauludi mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2023 tentang Kementerian Agama  dan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama mengatakan Kementerian Agama memiliki tujuh program prioritas diantaranya penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, cyber islamic university, kemandirian pesantren, religiousity index dan tahun toleransi.

“Pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan peran Kantor Urusan Agama akan dijadikan tempat pelayanan seluruh agama, boleh saja nanti agama lain melaksanakan pernikahan di KUA, akan tetapi setiap agama memiliki cara sendiri dalam melaksanakn pernikahan. Tetapi sinyal yang disampaikan Menteri Agama bahwa Kementerian Agama tidak mengurusi satu agama tetapi mengurus seluruh agama yang berada di NKRI”.  Ungkap Ka. Kan Kemenag Pekanbaru.

Selain itu Syahrul Mauludi juga mengatakan Kementerian Agama terus melakukan upaya transformasi digital,  merubah cara kerja manual menjadi digital.

“Menteri Agama tengah berusaha bagaimana cara kerja yang manual diubah menjadi cara digital apalagi saat ini zamannya digitalisasi. Jika kita tidak membuka diri dengan kemajuam teknologi ini maka kita akan tertinggal”.

Sementara itu Suryandi selaku panitia Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru dalam laporannya mengatakan pelatihan pengerak penguatan moderasi yang diikuti 40 orang peserta ini dalam rangka membangun citra kerukunan umat beragama.

“Pelaksanaan pelatihan pengerak penguatan moderasi dilaksanakan selama enam hari ini diikuti 40 orang peserta terdiri dari unsur agama Islam sebanyak 24 orang, agama kristen 7 orang,  kahtolik 5 orang, hindu 3 orang dan budha 1 orang”.


edit: ana