0 menit baca 0 %

Bukti Cinta Bumi KUA Singingi Selalu Giat Dalam Ekoteologi

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) 28/11/2025, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong gerakan ekoteologi melalui kegiatan pelestarian lingkungan. Pada hari ini, KUA Singingi secara resmi menyerahkan bibit tanaman kepada Pemerintah Desa Sungai Keranji sebagai ben...


Kuansing (Kemenag) 28/11/2025, โ€” Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong gerakan ekoteologi melalui kegiatan pelestarian lingkungan. Pada hari ini, KUA Singingi secara resmi menyerahkan bibit tanaman kepada Pemerintah Desa Sungai Keranji sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan dalam menjaga lingkungan.

Penyerahan bibit tersebut dilakukan langsung oleh Kepala KUA Singingi, Syalam, S.Ag, dan diterima dengan baik oleh Kepala Desa Sungai Keranji beserta para stafnya di kantor desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan sebagai amanah Allah SWT.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Singingi menyampaikan bahwa ekoteologi bukan sekadar program, tetapi gerakan yang menanamkan nilai-nilai spiritual dalam perilaku menjaga alam. โ€œMenjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Apa yang kita tanam hari ini insyaAllah memberikan manfaat jangka panjang untuk masyarakat dan generasi mendatang,โ€ ujar beliau.

Kepala Desa Sungai Keranji mengapresiasi langkah KUA Singingi yang telah turut mendukung pelestarian lingkungan di wilayahnya. Ia berharap bibit yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penghijauan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyerahan bibit ini juga menjadi simbol kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintahan desa dalam menguatkan semangat gotong royong serta membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

KUA Singingi berkomitmen untuk terus mendorong program ekoteologi melalui kegiatan edukasi, aksi sosial, dan pemberdayaan masyarakat, sehingga nilai-nilai agama dapat terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Singingi. (SH)