Bupati Buka MTQ Kecamatan Bengkalis
Ringkasan:
Bengkalis (Humas)- Bupati Bengkalis, Ir H Herliyan Saleh, Minggu (29/4) bertempat di Surau Al- Ihsan Desa Rimba Sekampung membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Hadir pada acara tersebut Ketua dan Anggota DPRD Kab.
Bengkalis (Humas)- Bupati Bengkalis, Ir H Herliyan Saleh, Minggu (29/4) bertempat di Surau Al- Ihsan Desa Rimba Sekampung membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Hadir pada acara tersebut Ketua dan Anggota DPRD Kab. Bengkalis, Asisten, Staf Ahli Dilingkungan Pemerintah Kab. Bengkalis, Kepala Dinas, Badan, Instansi, Camat dan Ka. KUA Bengkalis, Lurah dan Kepala Desa Se Kecamatan Bengkalis, Ketua MUI Kab. Bengkalis, Ketua Harian LPTQ Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat Bengkalis.
Dalam sambutannya Bupati Bengkalis menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ini di muali dari tingkat desa sampai kepada tingkat nasional bahkan internasional sudah merupakan agenda tetap. MTQ selain untuk diperlombakan tetapi juga untuk mempelajari dan memahami isi kandungan Al Qur’an. Al Qur’an dengan susunan kata yang indah, kalimat yang jelas dan terang, serta gaya bahasa yang mengagumkan, kitab suci al qur’an merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering.
“Semakin kita dalami Al Qur’an, semakin kita yakini akan kebenaran Firman Allah SWT. Semakin kita baca dengan lantunan yang indah, maka semakin terasa kedamaian dan kesejukan dari pancaran kandungan isinya,†ungkap Herliyan.
Selain berisi nilai-nilai keimanan, Al Qur’an juga mengandung sumber ilmu pengetahuan yang diperuntukkan bagi umat manusia. Umat islam selain membaca dan memahami al qur’an perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena selain mendapatkan pencerahan juga dapat membuka rahasia alam. Langkah awal dalam membiasakan generasi muda untuk membaca al qur’an adalah dengan meningkatkan gerakan maghrib mengaji, semua sekolah agar dapat melakukan tadarussan sehingga kita dapat mensyiarkan islam. Imbuh beliau lagi.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, H Drs H Jumari, menyampaikan bahwa kebiasaan mengaji seusai shalat maghrib saat ini kian ditinggalkan masyarakat, digantikan oleh media TV/ internet yang memerankan fungsi orang tua (keluarga) sebagai penjaga nilai. Peran media yang terus berdiaspora, memobilisasi kecenderungan masyarakat untuk menanggalkan dan meninggalkan tradisi luhur mengaji ba’da maghrib.
"Perubahan sosial dengan segala turunannya memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan perilaku keberagaman umat islam saat ini, sehingga dalam kurun dua dekade terakhir, aktifitas mengaji mengalami kelesuan," ungkap Jumari.
Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji yang disingkat GEMMAR yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia merupakan misi mulia yang berupaya mengembalikan tradisi luhur/ kebiasaan maghrib mengaji untuk memperkuat basis nilai keluarga dan generasi muda agar terjaga dari wabah endemik ideologi dan faham radikal serta dekadensi moral.
Disamping itu camat bengkalis berharap Semoga MTQ ini dapat dijadikan ajang mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta, sehingga dapat tampil dengan baik dan dapat menjadi utusan kecamatan bengkalis untuk mtq tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan di mandau pertengahan juni mendatang.
Pembukaan MTQ ini ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penampilan grup kompang desa Kelapa Pati. (ana)