ROKAN HULU (KEMENAG) - Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, sambut secara resmi Jamaah Haji (JH) Rokan Hulu (Rohul) dan Kota Pekanbaru, yang tergabung dalam kloter 13, Sabtu (2/11/2013) bertempat di Asrama Haji Debarkasi Batam.
Acara penyambutan tersebut ditaja oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam, yang dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Kepri yang diwakili oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Drs H Masjad MM, Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabid Penyelenggara Haji dan Umroh Drs H Abdul Aziz MM MA. Hadir juga dalam acara penyambutan tersebut, Asisten II Setda Rohul Drs H Syaiful Bahri MSi, Kabag Umum H Abdul Haris SSos MSi, Kabag Kesra H Fathanalia Putra SSos MSi, Kasi Haji dan Umroh H Elfalisman SAg, Sekretaris Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Rohul H Rusli Batubara SAg, MSy, dan rombongan Bupati lainnya. Drs H Achmad MSi dalam sambutannya menyatakan, JH dalam menunaikan ibadah haji memperoleh manfaat yang sangat besar.
Sebagaian di antaranya adalah : Pertama, akan mendapatkan rahmat dari Allah sebab berkunjung ke rumahNya (Baitullah). Ketika berada di rumah Allah, tentu akan diberikanNya rahmat yang melimpah, jelas Achmad. Kedua, Melakukan silaturrahim terbesar dalam ibadah ritual umat Islam, sebab berjumpa dengan kurang lebih 4 juta umat Islam di tanah suci, memakai pakaian yang suci, melakukan ibadah yang suci, dan dari berbagai ragam suku, budaya, bahasa, bangsa, dan Negara. Ketiga, Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi panggilannya secara sadar, ikhlas, khusu’, sekalipun dengan biaya besar, menempuh pejalanan yang jauh, dan yang paling mengharukan dengan meninggalkan anak beserta keluarga di kampong halaman.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, usai acara penyambutan menyatakan bahwa kemabruran ibadah haji ditentukan setelah jamaah haji tiba di kampong halamannya kembali. Disini akan kelihatan, apakah hajinya mabrur atau mardud ? Dan ini dibuktikan dengan perilaku jamaah haji yang bersangkutan. JIka perilakunya ada perubahan ke arah yang lebih baik, hal itu berarti bahwa hajinya adalah mabrur. Sebaliknya, jika perilakunya justru makin jelek, ibadahnya makin jauh dari Allah, perhatiannya kepada sesame makin berkurang, itu adalah pertanda bahwa hajinya tidak mabrur, papar Ahmad Supardi. (Ash)