0 menit baca 0 %

Bupati Inhu Lantik Direksi BUMD, Kemenag Hadir sebagai Rohaniawan

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Rabu (17/9/2025), Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto resmi melantik jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu dalam sebuah upacara dihadiri sejumlah pejabat daerah. Pelantikan yang juga dihadiri Kasi Bimas Islam Ka...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Rabu (17/9/2025), Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto resmi melantik jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu dalam sebuah upacara dihadiri sejumlah pejabat daerah. Pelantikan yang juga dihadiri Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Inhu, Muhammad Ihsan, selaku rohaniawan Muslim ini menjadi langkah strategis Pemkab Inhu dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik dan sektor pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan Surat Keputusan mengenai penetapan Direktur Perumda Air Minum Tirta Indra, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Indragiri, serta pengukuhan Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu. Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara sumpah, yang disaksikan langsung oleh rohaniawan Kemenag.

Bupati Ade Agus menegaskan pentingnya integritas dan profesionalitas bagi pejabat yang dilantik. “Pengangkatan ini bukan hanya tentang jabatan, tetapi amanah besar yang harus dijalankan untuk kepentingan masyarakat. Harapan kami, BUMD dapat meningkatkan kualitas layanan dan Dewan Pendidikan mampu memperkuat mutu pendidikan di Inhu,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Ihsan menyampaikan pesan spiritual kepada para pejabat baru. “Sumpah jabatan yang telah diucapkan hendaknya selalu diingat sebagai janji moral, bukan sekadar formalitas. Kami berharap pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan amanah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, masyarakat Inhu diharapkan dapat merasakan peningkatan layanan, mulai dari distribusi air bersih hingga kualitas pendidikan daerah. Kehadiran rohaniawan Kemenag menegaskan pentingnya dimensi moral dan spiritual dalam setiap proses pengambilan sumpah jabatan di lingkungan pemerintahan daerah.

(Reski)