Pelalawan - Aktivitas mengaji dan membaca Al-Qur'an di masjid setiap habis Maghrib telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam sejak lama. Namun seiring perkembangan zaman tradisi ini mulai banyak ditinggalkan orang. Sehabis magrib mesjid atau musholla hanya diisi oleh orang tua saja. Sedangkan anak-anak dan remaja senang menghabiskan waktu di depan televisi atau bermain gadget.
Kabupaten Pelalawan khususnya sudah dicanangkan Maghrib mengaji oleh Bupati Pelalawan M. Harris sejak tahun 2017. Program ini berlangsung dengan khidmat karena disambut baik oleh masyarakat.Â
Tak ingin tradisi ini hilang keberkahannya di Kabupaten Pelalawan, Zukri Bupati Pelalawan melaunching kembali program tersebut agar dapat perhatian besar oleh rakyatnyaÂ
30 Juni 2024, Desa Muda Setia di Kecamatan Bandar Sei Kijang menjadi saksi pelaksanaan acara Launching Magrib Mengaji di Masjid Nurul Huda. Acara ini diselenggarakan untuk memperkuat kegiatan keagamaan di tengah masyarakat setempat serta meningkatkan pemahaman dan keterlibatan umat dalam mempelajari Al-Qur'an.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, selain Bupati Pelalawan Zukri, juga dihadiri oleh Camat Bandar Sei Kijang, perwakilan Polres Sei Kijang, Danramil, tokoh masyarakat setempat, Kepala KUA Bandar Sei Kijang, serta para penyuluh agama Islam. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen yang kuat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di wilayah ini.
Setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, seluruh peserta acara bersama-sama membaca Al-Qur'an dalam rangka meningkatkan keberkahan dan keberkaitan spiritual di antara mereka. Acara berlanjut dengan sesi khataman Al-Qur'an hingga menjelang waktu shalat Isya, meneguhkan komitmen untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang berkualitas.
acara diawali dengan sambutan dari Camat Bandar Sei Kijang dan dilanjutkan dengan kata-kata inspiratif dari Bupati Pelalawan, yang menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan moral yang baik bagi masyarakat. Para peserta juga menyaksikan doa bersama untuk kemakmuran dan kedamaian di desa ini.
Acara ditutup dengan sesi makan bersama, dimana hidangan yang disajikan dipercaya memiliki keberkahan karena telah dipersembahkan dengan menyertakan ayat-ayat Al-Qur'an. Kebersamaan ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menambah semangat untuk terus mengembangkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi semua.
Launching Magrib Mengaji di Masjid Nurul Huda Desa Muda Setia menjadi bukti nyata betapa kegiatan keagamaan mampu menyatukan masyarakat dalam ikatan kebersamaan dan spiritualitas yang tinggi. Semangat yang ditunjukkan dalam acara ini diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menguatkan kehidupan beragama yang harmonis dan berdampak positif.