0 menit baca 0 %

Bupati Rohul Berazam Jadikan Masjid Agung sebagai Pusat Kegiatan Keagamaan se Riau

Ringkasan: Pasir Pengarayan (Humas)– Pembangunan Masjid Agung Islamic centre yang cukup besar, indah dan megah adalah dimaksudkan untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan dan pengembangan dakwah Islam se Provinsi Riau dan bahkan se Sumatera. Untuk itulah maka setiap kegiatan yang berlevel provinsi dan bah...
Pasir Pengarayan (Humas)– Pembangunan Masjid Agung Islamic centre yang cukup besar, indah dan megah adalah dimaksudkan untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan dan pengembangan dakwah Islam se Provinsi Riau dan bahkan se Sumatera. Untuk itulah maka setiap kegiatan yang berlevel provinsi dan bahkan berlevel nasional ataupun regional, dapat dilaksanakan di Masjid Agung Islamic Centre dan bila perlu, Pemkab Rohul dapat membantu biaya pelaksanaannya. Demikian disampaikan Bupati Rohul Drs H Achmad MSi dalam sambutan pengarahannya, ketika membuka secara resmi kegiatan Silaturrahim dan Workshop Ulama Se Provinsi Riau yang dilaksanakan pada hari Jum’at (24/2/2012) bertempat di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan dan akan berlangsung selama 4 hari yaitu 24 s/d 27 Februari 2012. Menurut Bupati Rohul yang dikenal sangat konsens dengan kegiatan kegamaan dan dikenal sebagai satu-satunya Bupati/Walikota di Indonesia yang mewajibkan pejabat dan pegawainya untuk melaksanakan sholat zuhur dan ashar berjamaah di masjid ini, menyatakan bahwa peran ulama pada setiap zaman sangat penting dan strategis. Sejarah mencatat bahwa ulama sangat diperlukan kehadirannya untuk mencerahkan dan mencerdaskan umat, baik pada masa dahulu, pada masa kini dan bahkan di masa yang akan datang, tandasnya. Melihat pentingnya peranan ulama tersebut, Achmad berharap agar para ulama ini perlu ditingkatkan kualitasnya secara bertahap, terus menerus dan berkesinambungan, sehingga peranan ulama akan dirasakan manfaatnya oleh masayarakat. Terus terang saja, masyarakat sangat mendambakan peran ulama sebagai pembaharu dan pembawa angin segar perubahan di tengah-tengah masyarakat, Ujarnya. Dan untuk itu pulalah salah satu alasan kenapa Pemkab Rohul bersedia menjadi tuan rumah acara ini. “Negeri ini dikenal dan telah ditasbihkan sebagai Negeri Seribu Suluk. Untuk itu, ulama dan para khalifah/mursyid sangat mewarnai perjalanan negeri ini pada masa dulu, masa kini dan bahkan di masa datang”, terangnya. Menurut Ketua Panitia Pelaksana Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA yang juga Kepala Kantor Kemenag Rohul ini, hadir dalam acara pembukaan tersebut adalah Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Wakil Bupati Rohul Ir H Hafitz Syukri MM, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Asyari Nur SH MM, Sekretaris Daerah Ir H Damri, Ka Kan kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua Kelompok Diskusi Tafaqquh Dr H Musthafa Umar Lc MA, Cendikiawan Muslim Riau Prof Dr H Alaiddin Koto MA, Para Asisten, Kepala Dinas/Badan/Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, Camat, Ka KUA se Rohul, dan 2000 umat Islam lainnya. Menurutnya, acara silaturrahim dan workshop ulama tersebut akan dilaksanakan selama 4 hari yaitu dari tanggal 24 s/d 27 Februari 2012 bertempat di Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengarayan, sedangkan akomodasi atau penginapan selama acara berlangsung ditempatkan di hotel sapadia Pasir Pengarayan. Acara tersebut diikuti sebanyak 47 orang Pimpinan Pondok Pesantren se Provinsi Riau, dengan catatan masing-masing Kabupaten/Kota adalah 3 orang pimpinan pondok pesantren dan khusus kabupaten Rohul sebanyak 14 orang peserta dengan pertimbangan tuan rumah, ujar Ahmad Supardi Hasibuan. (ash)