0 menit baca 0 %

Bupati Siak Lepas JCH Kloter 10 Embarkasi Batam

Ringkasan: Batam (Humas)- Bupati Siak H Arwin AS, Kamis (21/10) secara resmi melepas keberangkatan Jamaah calon haji (JCH) kloter 10 Embarkasi Batam (BTH) ditandai dengan penyerahan surat kepercayaan dan bendera merah putih kepada ketua kloter 10 BTH. Kloter 10 BTH atau kloter 8 untuk JCH Riau, terdiri dari 18...
Batam (Humas)- Bupati Siak H Arwin AS, Kamis (21/10) secara resmi melepas keberangkatan Jamaah calon haji (JCH) kloter 10 Embarkasi Batam (BTH) ditandai dengan penyerahan surat kepercayaan dan bendera merah putih kepada ketua kloter 10 BTH. Kloter 10 BTH atau kloter 8 untuk JCH Riau, terdiri dari 183 orang jamaah asal Pekanbaru dan 262 jamaah dari Kabupaten Siak. Keberangkatan dari Bandara Hang Nadim Batam pada 20 Oktober 2010 sekitar pukul 10. 00 Wib dan akan tiba di Madinah pada 21 Oktober 2010 sekitar pukul 15.00 WAS. Hadir dalam pelepasan keberangkatan JCH Kloter 10 BTH, Ka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau H Razali Jaya, Kakan Kemenag Kota Pekanbaru, H Tarmizi Tohor, Kakan Kemenag Kabupaten Siak HM Syukur Mukhlis beserta unsur muspida dari Pemprov Kepri, Pemda Siak dan Kota Pekanbaru. Dalam sambutannya, H Arwin, mengucapkan puji syukur karena JCH Kloter 10 yang terdiri dari jamaah Siak dan Pekanbaru telah sampai diembarkasi Batam setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, baik melalui melalui udara dan laut. Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang sangat penting yang mungkin hanya kita dapatkan sekali dalam seumur hidup, jarang ada yang dapat menunaikannya berkali-kali, apalagi saat ini banyak daftar tunggu jamaah yang antri untuk dapat berangkat haji. "Mendaftar haji sekarang tidak sama seperti dulu, jika dahulu dengan mendaftar sekarang bisa langsung diberangkatkan namun sekarang harus mengantri hingga enam tahun kedepan," ucapnya. Jika kemarin JCH berangkat dari daerah dengan membawa nama daerah, maka pada hari ini para jamaah tamu-tamu Allah berangkat dengan membawa bendera Republik Indonesia, membawa nama negara Indonesia dan disana kita menjadi orang asing, artinya bahwa kita berada diwilayah orang lain, tetapi kita sama yakni sebagai tamu-tamu Allah. Dalam perjalanan yang panjang akan banyak ujian-ujian, pada kuncinya adalah kesabaran. Jutaan ummat manusia akan berkumpul disuatu tempat untuk tujuan yang sama yakni beribadah kepada allah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Begitu banyaknya manusia dalam suatu tempat, pasti ada bersinggungan disana, kita sesama muslim tentunya harus banyak kesabaran dalam mendapat cobaan-cobaan, maka itu niatkan dengan penuh keikhlasan untuk menghadapi cobaan dengan memperbanyak zikir, berserah diri kepada Allah dan bertawakal apapun yang kita hadapi. Keterlambatan penerbangan pada kloter sebelumnya juga merupakan cobaan dari Allah kepada kita semua, delay ini bukanlah disengaja melainkan mungkin disebabkan permasalahan operasional penerbangan yang menyebabkan keterlambatan. Untuk itu perbanyaklah bersabar dan keihklasan dalam menunaikan ibadah haji, semoga saat kembali ke tanah air kesabaran tersebut tetap terjaga dan menjadi haji yang mabrur, ungkap Bupati. Kami dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama berusaha untuk pelayanan yang maksimal dan sebaik-baiknya kepada jamaah, insyaAllah dari tahun ketahun pelayanan ini dapat kita tingkatkan, tak lupa Bupati berpesan saat berada di tanah suci JCH turut mendoakan jamaah yang belum menunaikan ibadah haji agar dapat menunaikannya pada tahun depan, dan mendoakan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa, semoga menjadi haji yang mabrur. (msd)