Bupati Siak: Madrasah dan Ponpes Punya Nilai Tambah Tersendiri
Ringkasan:
Siak (Humas)- Madrasah dan Pondok Pesantren (PP) memiliki nilai tambah yang tidak kalah dibandingkan sekolah umum lainnya. Tapi sayang, di Kabupaten Siak masyarakat masih kurang mempercayakan pendidikan anaknya pada Madrasah dan PP, karena mereka menilai lulusan Madrasah dan PP hanya akan menjadi uz...
Siak (Humas)- Madrasah dan Pondok Pesantren (PP) memiliki nilai tambah yang tidak kalah dibandingkan sekolah umum lainnya. Tapi sayang, di Kabupaten Siak masyarakat masih kurang mempercayakan pendidikan anaknya pada Madrasah dan PP, karena mereka menilai lulusan Madrasah dan PP hanya akan menjadi uztad dan guru ngaji. Padahal, produk madrasah saat ini telah banyak berkecimpung diberbagai bidang pekerjaan, termasuk menjadi insinyur dan ahli teknologi.
Untuk itu, Bupati Siak Drs H Syamsuar M Si, Kamis (14/7) malam pada acara Pisah Sambut Kepala Kantor Kemenag Siak di Gedung Serbaguna Maharatu Siak, mengharapkan agar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Siak terus membangun kerjasama dan berkoordinasi terkait permasalahan yang dihadapi dilapangan, termasuk mensosialisasikan keistimewaan pendidikan madrasah dan PP.
"Perlu sosialisasi untuk membangun kepecayaan masyarakat untuk memasukkan anaknya ke Madrasah atau PP jika ingin bahagia dunia dan akhirat. Karena sampai saat ini keberadaan Madrasah di Siak masih kurang diminati, padahal Madrasah dan PP memberi sumbangsi SDM yang sangat baik dalam pembangunan di Siak, khususnya ditengah era globalisasi saat ini," ungkapnya tampa maksud membuat perbandingan antara madrasah dengan sekolah umum lainnya.
Ia mengakui, tidak semua Kecamatan memiliki Madrasah dan tidak semua masyarakat menanam ketidak percayaan kepada madrasah/ pp. Buktinya di Kecamatan Perawan, ternyata keberadaan Madrasah jadi pilihan utama bagi masyarakat, namun sayang di daerah tersebut semua jenjang madrasah belum tersediah, sehingga jika masyarakat ingin melanjutkan pendidikan madrasah aliyah harus keluar daerah, jadi mau tidak mau masyarakat memilih memasukkan anak- anak mereka pada sekolah umum, seperti SMA.
"Masyarakat perawang sudah pernah menyampaikan keinginan mereka secara lisan kepada saya tentang keinginan mereka agar Madrasah semua jenjang pendidikan mulai dari MI, MTs dan MA ada di Perawang. Itu artinya Madrasah masih dipandang istimewa dibeberapa daerah, walau di Ibu Kota Kabupaten sendiri masih kurang diminati terbukti adanya beberapa madrasah yang harus tutup karena tidak diminati masyarakat," ungkap Syamsuar.
Syamsuar menambahkan, ditengah krisis moral yang tengah melanda generasi muda saat ini perlu adanya langkah- langkah untuk kembali menanamkan nilai- nilai keagamaan dalam diri anak. Diantaranya adalah dengan mewacanakan peraturan daerah tentang wajib Ijazah PDTA bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP sederajat.
"Terusterang saya sangat ingin Siak memiliki madrasah terpadu, karena madrasah terpadu memiliki daya tarik tersendiri, dimana MI, MTs dan MA dibangun dalam satu area, dengan dilengkapi fasilitas yang lengkap. Ini akan kita bahas bersama Kemenag, agar keinginan Siak memiliki Madrasah Terpadu dapat terpenuhi pada tahun mendatang," harapnya. (msd)