0 menit baca 0 %

Camat Langgam: Pembangunan Masjid Al- Ihsan Butuh Rp1,8 M

Ringkasan: Pelalawan (Humas)- Butuh dana Rp1,8 Milyar untuk pembangunan Masjid Al- Ihlas. Masjid ini merupakan Mushallah yang diresmikan sejak 17 Oktober 2008 lalu, namun oleh warga setempat sejak 20 Februari 2010 mushallah tersebut dijadikan Masjid Al- Ihsan karena keberadaan masjid di Kelurahan Langgam Kecam...
Pelalawan (Humas)- Butuh dana Rp1,8 Milyar untuk pembangunan Masjid Al- Ihlas. Masjid ini merupakan Mushallah yang diresmikan sejak 17 Oktober 2008 lalu, namun oleh warga setempat sejak 20 Februari 2010 mushallah tersebut dijadikan Masjid Al- Ihsan karena keberadaan masjid di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan cukup langka, yaitu hanya terdapat dua masjid, yaitu Masjid Muara Sako (masjid tertua) dan Masjid Nurul Islam yang jaraknya sangat jauh dari Kelurahan Langgam. Menurut Camat Langgam, Emir Efeni, pada laporannya pada Safari Isra Miraj Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sekaligus penyerahan bantuan sosial keagamaan di Masjid Al- Ihsan Kecamatan Langgam Kab. Pelalawan, Jumat (24/6) kemarin, sejak pembangunannya tahun 2010 lalu, masjid tersebut sudah menelan dana sekitar Rp335 juta. "Sumber dana tersebut berasal dari berbagai sumber, diantaranya bantuan Pemerintah Darah (Pemda) Pelalawan Rp15 juta, dari perusahaan yang beroperasi disekitar Langgam seperti PT Kalila dan Rana Rp5 juta dan 20 juta, bantuan dari Gubernur Riau Rp10 juta. Namun dana tersebut masih jauh dari mencukupi, dan masih memerlukan bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Agama," ungkapnya. Emir mengungkapkan, sarana rumah ibadah khususnya masjid di Kelurahan Langgam memang terbilang masih sangat minim, sehingga pendirian Majis Ihsan sangat dinanti- nantikan masyarakat. Kecamatan Langgam terdiri dari 7 desa, salah satunya adalah Kelurahan Langgam dengan jumlah penduduk sekitar 3000 orang atau 1200 Kepala Keluarga (KK). Terkait dengan keberadaan rumah ibadah di Kelurahan Langgam, Sekda Kab. Pelalawan, Drs Zardewan MM, juga mengakui masih belum memadai. Karena untuk pendirian rumah ibadah membutuhkan waktu yang cukup lama sejalan dengan jumlah dana yang cukup besar dalam pembangunanya. "Pemda tetap akan memberikan bantuan untuk pembangunan keagamaan, termasuk pembangunan Masjid, namun dengan keterbatasan APBD Kabupaten Pelalawan yang cukup kecil hanya Rp1,2 Triliun pada tahun 2011, maka bantuan keagamaan diberikan secara bertahap dan semampunya," jelasnya. Ditambahkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kab. Pelalawan, Drs H Zulkifli, pembangunan rumah ibadah memang cukup sulit dan kerap tersandung pada masalah dana yang besar, namun yang lebih sulit saat pembangunan selesai adalah mengisi rumah ibadah. Saat ini, banyak sarana ibadah khususnya Masjid yang dibangun mewah tapi sayang jamaahnya sangat minim. "Untuk itu, melalui kesempatan ini saya mengharapkan, agar semangat masyarakat untuk memabangun rumah ibadah juga dibarengi dengan semangat untuk melaksanakan ibadah di rumah ibadah yang sudah dibangun dengan dana besar dan mewah," himbaunya. (msd)