Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 6 Agustus 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, meluncurkan program perdana Smart Binwin dalam rangka peningkatan kompetensi calon pengantin (Catin) di era digital. Launching ini dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Gedung MTDA Darussalam, Desa Koto Baru.
Pelaksanaan kegiatan ini ditinjau secara langsung oleh Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, S.Ag, yang turut memberikan sambutan dan arahan. Dalam sambutannya, Zulfikar menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi calon pengantin seiring dengan perkembangan teknologi dan tantangan kehidupan rumah tangga di masa kini.
“Smart Binwin ini bukan hanya inovasi, tapi kebutuhan zaman. Melalui pendekatan digital, kita ingin para Catin tidak hanya siap secara administratif, tapi juga matang secara psikologis, finansial, dan spiritual,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang relevan dan aplikatif:
1. Materi pertama disampaikan oleh H. Isnaini, S.Ag, yang diwakili oleh Mahyu Budiman, S.Pd.I, mengangkat topik pembekalan dasar bagi calon pengantin dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
2. Materi kedua disampaikan oleh penyuluh KUA Singingi Hilir, Nasrul Latif, SH, dengan tema “Manajemen Keuangan Keluarga”. Materi ini menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak dalam rumah tangga.
3. Materi ketiga disampaikan secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Kepala KUA Kecamatan Pangean, H. Yasri, S.Ag, dengan topik “Mengelola Psikologi dan Dinamika Keluarga”. Para Catin mengikuti sesi ini secara daring melalui Android masing-masing, yang sebelumnya telah disiapkan dalam paket kegiatan.
Smart Binwin merupakan singkatan dari Bimbingan Perkawinan Pintar, yaitu program edukatif berbasis digital yang dirancang untuk memudahkan calon pengantin mengakses pembekalan pranikah dengan cara yang lebih fleksibel dan modern.
Harapan ke depan, KUA Singingi Hilir ingin menjadikan program ini sebagai pilot project di Kabupaten Kuantan Singingi, sekaligus mendorong digitalisasi layanan bimbingan perkawinan. Kepala KUA berharap sinergi antara penyuluh, tokoh agama, dan stakeholder terkait dapat terus ditingkatkan demi melahirkan keluarga-keluarga tangguh dan harmonis di tengah masyarakat.(MB)