0 menit baca 0 %

Catut Nama Dirjen Pendis dan Kakanwil Kemenag Riau Kepala Madrasah Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Ringkasan: Pekanbaru, 5/4 (Humas)- Dengan wajah berkeringat dan menenteng sebuah map seorang pria setengah baya melapor untuk menghadap Kakanwil Kemenag Propinsi Riau, saya mau ketemu langsung sama Pak Asyari (Kakanwil) ada hal penting. Ujarnya kepada ajudan. Melihat kesungguhannya ajudanpun mempersilakan sang...
Pekanbaru, 5/4 (Humas)- Dengan wajah berkeringat dan menenteng sebuah map seorang pria setengah baya melapor untuk menghadap Kakanwil Kemenag Propinsi Riau, saya mau ketemu langsung sama Pak Asyari (Kakanwil) ada hal penting. Ujarnya kepada ajudan. Melihat kesungguhannya ajudanpun mempersilakan sang tamu mengisi formulir tamu dan mempersilakan masuk keruangan Kakanwil. Tamu tersebut adalah salah seorang guru madrasah korban penipuan Bantuan Dana Pembangunan sekolah. Diawali dengan menerima surat dari Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Nomor: Dji/Dt.IV/5/PP.00.9/471/2010 tanggal 04 Peb 2010. Perihal: Bantuan Dana Pembangunan sekolah. Isi surat tersebut merupakan penyampaian surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor : Dj.I/188/2010 Tentang penerimaan bantuan dana pembangunan sekolah. Dan untuk tindak lanjut penerimaan dan pencairan bantuan tersebut diharapkan menghubungi Kakanwil Departemen Agama Propinsi Riau pada waktu jam kerja. Yaitu: Nama : Drs.H. AshariNur, Nip : 500075960, No. Tlp :081383111211. Surat ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali MA. Setelah dihubungi oleh pihak sekolah ke nomor telepon tersebut, orang yang mengaku Kakanwil Kemenag Riau itu meminta kirimkan uang untuk administrasi bantuan sebesar Rp. 5.750.000, (lima juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) ke Rekening Nomor 0941-01-002293-50-6 AN Tanti Irawati BRI Cabang Kelapa Gading Jakarta. Pengiriman pertama tertanggal 23 februari 2010, Tidak hanya sampai disitu satu hari kemudian kembali minta dikirimi lagi dana dengan jumlah yang sama. Celakanya Kepala Madrasah di Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir ini terlalu yakin dan kembali mengirimkan dana kerekening yang sama. Namun akhirnya setelah ditunggu-tunggu bantuan tidak kunjung datang, maka berangkatlah ia langsung menemui Kakanwil Kemenag Riau di Pekanbaru. Dan setelah dijelaskan barulah dia sadar sudah menjadi korban penipuan. Kejadian ini bukan sekali saja, sudah banyak sekali korban dari modus penipuan ini. Kirany kepada para kepala sekolah di daerah tidak tergiur dengan bantuan yang dijanjikan, komfirmasi kebenarannya dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota terdekat. Jangan sampai nasi menjadi bubur. (awd).