0 menit baca 0 %

Cegah Bullying, KUA Mandah Beri Pembekalan di MAN 3 Inhil

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berakhlak mulia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandah menyelenggarakan sosialisasi bahaya perilaku bullying kepada peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Indragiri Hilir.

Tembilahan (Kemenag) – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berakhlak mulia, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandah menyelenggarakan sosialisasi bahaya perilaku bullying kepada peserta didik baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Indragiri Hilir. Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan di mushola MAN 3 Inhil, Rabu (16/7/2025).

Ariyanto, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandah, hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia secara tegas menyatakan bahwa bullying adalah perilaku tercela yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai moral luhur. Ariyanto menyoroti dampak negatif bullying yang tidak hanya merugikan korban, tetapi juga pelaku dan seluruh lingkungan sekolah.

“Sebagai siswa madrasah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjunjung tinggi akhlak mulia dan menjauhi segala bentuk kekerasan, baik itu kekerasan fisik, verbal, maupun daring. Membangun lingkungan Madrasah yang sehat, harmonis, dan ramah adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Ariyanto di hadapan para siswa baru.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Kepala MAN 3 Inhil, Muherman dan seluruh dewan guru, serta ratusan peserta MATSAMA. Kepala madrasah, Muherman menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan dan sinergi dari KUA Kecamatan Mandah dalam upaya pembinaan karakter siswa melalui pendekatan keagamaan.

“Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, para siswa baru MAN 3 Inhil dapat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai bahaya bullying. Lebih jauh, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai keislaman,” harap Muherman.  (Ria)