Meranti(Kemenag)- MAN 1 Kepulauan Meranti menggelar acara deklarasi anti bullying yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan intimidasi. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh warga madrasah, hal tersebut disampaikan guru Bimbingan Konseling MAN 1 Kepulauan Meranti yang juga pembuna PIK-R Bestari Sofiah, Kamis pagi (29/8/2024).
“Kami menekankan pentingnya menghentikan tindakan bullying dan meningkatkan kesadaran tentang dampak negatifnya pada korban. Madrasah ini berkomitmen untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi, empati, dan menghormati perbedaan kepada para siswa,” ungkap Pembina PIK-R Bestari nSofiah.
“Sebagai bagian dari deklarasi, dibentuk pula sebuah tim anti-bullying yang terdiri dari guru, siswa, dan staf madrasah. Tim ini akan berperan sebagai mediator dalam menangani kasus-kasus bullying, memberikan dukungan kepada korban, serta mengadakan kegiatan edukatif untuk mencegah tindakan bullying di lingkungan madrasah", tambahnya.
Lalu dilanjutkan dengan kegiatan cap lima jari yang dibaluri dengan cat akrilik di telapak tangan dan kemudian di tempelkan di atas kain putih.
"Guru dan tenaga kependidikan juga turut mendukung inisiatif ini dengan menandatangani pernyataan komitmen untuk mendukung upaya madrasah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bullying,” pungkas Nelli Murni sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum.
Deklarasi anti-bullying di MAN 1 Kepulauan Meranti ini merupakan langkah konkret dalam menghadapi isu bullying yang masih menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Semoga dengan upaya ini, MAN 1 Kepulauan Meranti dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan peduli terhadap kesejahteraan seluruh anggota sekolah. (ian)*