Siak
(Kemenag) - Pondok Pesantren Ittihadul
Muslimin bekerjasama dengan Puskesmas Koto Gasib melaksanakan kegiatan fogging
asap sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi peyakit Demam Berdarah
Dengue (DBD) di lingkungan Pondok Pesantren. Kegiatan ini berlangsung pada
Selasa (10/12/24) dan melibatkan seluruh santri, pengurus pesantren, serta
tenaga kesehatan dari Puskesmas Koto Gasib.
Kegiatan
fogging dilakukan sebagai respon atas musim hujan yang berlarut dan dikhawatirkan
akan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti yang mengakibatkan DBD, mengingat Pondok
Pesantren Ittihadul Muslimin memiliki ratusan santri.
memandang
pentingnya upaya pencegahan demi menjaga kesehatan para santri dan warga di
sekitarnya.
“Kerjasama
ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memastikan lingkungan pesantren
tetap sehat dan bebas dari ancaman nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD.
Kesehatan santri adalah prioritas utama,” ujar Ustaz Irsansi, Selaku pimpinan Pondok
Pesantren Ittihadul Muslimin.
Selain
melakukan fogging, tim kesehatan dari Puskesmas Koto Gasib juga memberikan
edukasi kepada santri dan pengurus pesantren mengenai langkah-langkah
pencegahan DBD. Edukasi tersebut meliputi pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta membuang barang
bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Kepala
Puskesmas Koto Gasib, dr. Dian Rukma menyampaikan apresiasinya atas inisiatif
pondok pesantren dalam mengadakan kegiatan ini. “Kami senang bisa bermitra
dengan Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin untuk meningkatkan kesadaran akan
pentingnya kesehatan lingkungan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi
masyarakat lainnya,” tutur Dian Rukma.
Santri
Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka tidak hanya menyaksikan proses fogging, tetapi juga aktif membantu
membersihkan lingkungan pesantren.
Melalui
kegiatan ini semoga Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin memiliki lingkungan
yang lebih bersih, sehat dan bebas dari ancaman DBD serta meningkatnya
kesadaran santri akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
(JA/NA)