Bengkalis
(Kemenag) - Yayasan Pencegahan Kanker Nusantara (YPKN) menggelar kegiatan
sosialisasi anti kanker di MAN 1 PK Bengkalis, Rabu (30/07/2025) bertempat di
ruang guru. Dihadapan
majlis guru, staf tata usaha dan karyawan, Wahyudi Hidayat menyampaikan tentang
pengertian kanker yang menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya di
dunia.
“Kanker
merupakan sekelompok besar penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal
di dalam tubuh, sel abnormal ini dapat tumbuh dan menyerang bagian tubuh
manapun. Kanker sendiri merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh
dunia setelah stroke dan serangan jantung. Prevalensi tumor/kanker di Indonesia
sendiri menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013
menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018 (Riskesdas). Sedangkan data dari
Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO)
menyebutkan, total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus dengan
total kasus kematian sebesar 234.511. Kanker menjadi sangat berbahaya dan
mematikan karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada fase awal
perkembangannya, sehingga kondisi kanker baru terdeteksi dan ditangani pada
saat mencapai stadium lanjut," terang Wahyudi.
Wahyudi
kemudian menerangkan faktor yang menyebabkan risiko terjadinya sel kanker dan
gejala-gejala yang timbul pada penderitanya.
“Penyebab
terjadinya kanker muncul adalah transformasi (mutasi) genetik pada sel sehingga
sel tersebut tumbuh tidak normal. Faktor yang menyebabkan risiko terjadinya
kanker yang paling umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor risiko internal di mana seseorang memiliki keturunan atau
riwayat penderita kanker di keluarganya, sedangkan faktor eksternal terjadi
ketika seseorang memiliki kondisi di bawah ini:Usia di atas 65 tahun Merokok
Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan Pola makan yang tidak sehat Kurangnya
aktivitas fisik. Beberapa infeksi kronis merupakan faktor risiko, ini merupakan
masalah khusus di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sekitar 13%
kanker yang didiagnosis secara global dikaitkan dengan infeksi karsinogenik,
termasuk Helicobacter pylori, human papillomavirus (HPV), virus hepatitis B,
virus hepatitis C, dan virus Epstein-Barr. Virus hepatitis B dan C dan beberapa
jenis HPV masing-masing meningkatkan risiko kanker hati dan serviks.,” jelas Wahyudi
Wahyudi
kemudian menambahkan bahwa upaya pencegahan kanker lebih baik daripada
pengobatan kanker yang banyak mengeluarkan biaya.
“Upaya
pencegahan kanker melibatkan beberapa langkah untuk mengurangi risiko terkena
penyakit ini, termasuk menghindari faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat
dengan mengkonsumsi temu putih secara teratur, dan melakukan pemeriksaan rutin.
Upaya pencegahan kanker lebih baik daripada pengobatan kanker yang banyak
mengeluarkan biaya sehingga orang sering mengatakan kanker sebagai kantong
kering. Kami dari YKKI sangat antusias untuk membantu jikalau ada keluarga dari
bapak/ibu yang teridentifikasi menderita kanker. Silahkan hubungi kami!”,
ungkap Wahyudi
Sementara
itu, Kepala MAN 1 PK Bengkalis melalui M. Rizal, M.Pd.I selaku Wakil Kepala
Madrasah (wakamad) bidang Hubungan Masyarakat (humas) menyampaikan terima kasih
yaqng sebesar-besarnya kepada YKKI atas kunjungannya.
“Atas
nama Kepala MAN 1 PK Bengkalis. Saya selaku Wakil Kepala Madrasah bidang
Hubungan Masyarakat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
Yayasan Kesehatan Kanker Indonesia karena telah mengunjungi madrasah kami,
untuk memeberikan sosialisasi terkait kanker. Kiranya ilmu dan pengetahuan yang
diberikan ini dapat bermanfaat untuk kita semua, khususnya terkait pencegahan
penyakit kanker karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati,” ucap M. Rizal
Kegiatan
yang berlangsung lebih dari satu jam ini turut dihadiri oleh kepala Tata Usaha,
Hj. Hennirosifasari, S.Si, MA dan para wakil kepala madrasah. (Ical)