Meranti(Kemenag)- Maraknya kasus perundungan atau Bullying yang terjadi di kalangan remaja menjadi masalah yang harus mendapatkan perhatian yang serius. Untuk itu, MTs N 1 Kepulauan Meranti menginisiasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) mengangkat topik "Bullying Is Not Cool" sebagai bagian dari tema Bangunlah Jiwa danย ย Raga, Jum'at(13/9/2024) di Aula Madrasah.
Terlaksananya kegiatan ini bertujuan untuk menyorakkan betapa bahayanya perundungan atau bullying, dan mengundang pemateri dari Lembaga Pembinaan Pemuda Berprestasi Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Muhammad Amin dan Afrizal untuk membekali dan memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa bullying memiliki dampak dan pengaruh yang besar bagi kehidupan seseorang.
"Bullying dapat merusak mental atau psikis seseorang, tindakan bullying seringkali dapat merugikan orang lain", ungkap Muhammad Amin.
Muhammad Amin juga menekankan pentingnya menghormati dan menghargai satu sama lain serta membangun komunikasi yang baik antara sesama.
"Untuk itu, sangat penting bagi kita melakukan komunikasi yang baik terhadap sesama. Baik itu komunikasi kepada sesama teman, guru, juga orang tua", ungkap Amin.
Narasumber juga memberikan pemahaman mendalam mengenai konsekuensi dari perundungan serta langkah-langkah preventif yang dapat diambil.
Desisraheti selaku kepala MTs N 1 Kepulauan Meranti menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi semua siswa, bebas dari perundungan.
"Kita semua berhak merasa bahagia dan aman di madrasah. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi siapapun yang melakukan perundungan, apalagi dilingkungan madrasah", tegas Desisraheti.
Kepala madrasah juga berharap para siswa dapat menerima materi ini dengan baik dan dapat menghindari tindakan bullying kepada siapapun.
"Mari untuk tidak melakukan tindakan apapun yang merugikan orang lain. Bersama kita saling menjaga dan menghindari tindakan bullying", ajak Desisraheti.
Tampak para siswa antusias mengikuti kegiatan tersebut, selama sesi berlangsung para peserta didik diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan interaktif, seperti tanya jawab. (Kun)*