0 menit baca 0 %

Cegah Stunting, Kepala KUA Koto Kampar Hulu jadi Pembicara Lokmin

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )-- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto Kampar Hulu, Masnur menjadi pembicara pada  pencegahan dan penanggulangan Stunting pada Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektoral yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Koto Kampar Hulu, Rabu, 28/8/2024.

Kampar ( Kemenag )-- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto Kampar Hulu, Masnur menjadi pembicara pada  pencegahan dan penanggulangan Stunting pada Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektoral yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Koto Kampar Hulu, Rabu, 28/8/2024.

Lokakarya Mini tersebut dihadiri oleh Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Kepala UPTD Puskesmas, Pj. Gizi Puskesmas, Bidang KB Puskesmas, Kapolsek, Danramil, Pendamping Desa , Anak Stunting Kecamatan Koto Kampar Hulu

Kepala KUA Kecamatan Koto Kampar Hulu, Masnur membahas tentang korelasi antara program penurunan angka stunting dan program dari Kementerian Agama tentang kewajiban bagi calon pengantin untuk mengikuti kegiatan bimbingan perkawinan sesuai SE Menag No. 2 Tahun 2024. Dalam paparannya, Masnur menekankan bahwa bimbingan perkawinan tidak hanya bertujuan untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang kehidupan berumah tangga, tetapi juga memberikan materi tentang kesehatan jasmani dan rohani.

“Dengan adanya bimbingan perkawinan, para calon pengantin akan mendapat materi tentang kesehatan jasmani dan rohani dalam membangun sebuah keluarga. Tentunya hal ini akan memberikan dampak positif dalam mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting,” ujar Masnur 

Ia menambahkan bahwa pendidikan pra-nikah ini sangat penting karena dapat mencegah terjadinya masalah gizi buruk dan stunting pada anak-anak di masa depan. Program ini juga diharapkan dapat membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Selanjutnya  Masnur mengungkapkan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

"Stunting baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun. Sedangkan, gizi buruk adalah keadaan dimana anak kekurangan konsumsi zat gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dalam makanan sehari-hari," ungkap Masnur ( Fatmi/Cicy/Ags)*