Ceramah Maulid, Kakankemenag Rohul Sosialisasikan Gerakan Maghrib Mengaji
Ringkasan:
Ujung Batu (Humas)- Bertempat di Mesjid Nurul Amal Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu, Selasa (7/2) malam, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan, MA memberikan ceramah pada tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H.
Ujung Batu (Humas)- Bertempat di Mesjid Nurul Amal Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu, Selasa (7/2) malam, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan, MA memberikan ceramah pada tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H. Dalam ceramahnya Kakankemenag mensosialisasikan program gerakan masyarakat maghrib mengaji di negeri seribu suluk.
Pada acara yang dihadiri ratusan masyarakat serta Camat, Kepala KUA dan unsur pimpinan kecamatan (Upika) Ujung Batu itu Supardi mengungkapkan, salahsatu hikmah yang bisa dipetik dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sudah berulang kali digelar adalah mencontoh Akhlaqulkarimah Rasulullah dalam berprilaku di tengah keluarga dan
masyarakat.
Berbicara tentang Akhlaqulkarimah, menurut Supardi dikalangan genarasi muda saat ini merupakan sesuatu yang
menyedihkan. Moral generasi muda saat ini sudah mengalami degradasi yang sangat mengkhawatirkan. Nilai nilai luhur
agama yang sepatutnya menjadi dasar dan acuan dalam berprilaku bagi generasi muda saat ini sudah mulai di tinggalkan.
Untuk membangkitkan itu kembali, terang Supardi perlu dilakukan langkah-langkah strategis, salahsatunya ialah dengan mencanangkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji. Program ini sebetulnya, sebut Supardi sudah beberapa waktu lalu dicanangkan Kemenag dan P, pemkab Rokan Hulu sebagai tindak lanjut dari program masyarakat magrib mengaji yang diluncurkan Menteri Agama RI, Surya Dharma Ali.
Lebih lanjut Supardi menerangkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji tersebut bisa dilakukan dengan berbagai program kegiatan keagamaan, salahsatunya ialah dengan cara menghidupkan kembali pengajian tradisional anak anak yang ada di lingkungan RT, desa, dan kelurahan di setiap kecamatan.
''Waktu Maghrib menjelang Isya' itu generasi muda bisa diajarkan, dididik, dibina tentang pengetahuan agama, baik tulis baca Al-Qur'an, praktek ibadah sholat, dan lainnya,''ujar Supardi.
Untuk segera terealisasinya program tersebut, Supardi minta kepada pemerintah Kecamatan, KUA, Kelurahan dan Desa mensosialisasikannya kepada masyarakat. ''Kita minta disini peran aktif pemerintah Kecamatan, KUA, Kelurahan, dan Desa dalam menyampaikan program gerakan masyarakat maghrib mengaji ini di tengah masyarakat, sekaligus melakukan monitoring serta pembinaan,''imbuhnya.
Selain hal tersebut, dalam ceramah dengan durasi 60 menit tersebut, panjang lebar Kakankemenag menjabarkan kajiannya tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai inti dari peringatan Maulid ini, kata Supardi setiap pribadi muslim itu mestinya menteladi Nabi Muhammad SAW dalam segala segi kehidupan sebagaimana yang dikatakan bahwa Nabi Muhammad tersebut adalah Uswatun Hasanah.(sopian)