0 menit baca 0 %

Ceramah Penyuluh Agama Islam Sentuh Hati Tahanan Polsek Pujud

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pujud kembali melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bulanan bagi para tahanan di Polsek Pujud, Kamis (09/10/2025). Kegiatan ini diisi dengan ceramah keagamaan yang menghadirkan Andi Asmara Siregar sebagai pemateri, Sofa Julian...

Rokan Hilir (Kemenag) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pujud kembali melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bulanan bagi para tahanan di Polsek Pujud, Kamis (09/10/2025). Kegiatan ini diisi dengan ceramah keagamaan yang menghadirkan Andi Asmara Siregar sebagai pemateri, Sofa Julianto sebagai Pembawa Sholawat dan H. Pahmilu sebagai Pemimpin Doa.

Dalam ceramahnya, Andi mengangkat tema “Kesadaran dan Evaluasi Hidup” yang mengajak para tahanan untuk menjadikan masa penahanan sebagai waktu untuk merenung, memperbaiki diri dan kembali menemukan makna hidup yang sesungguhnya.

 “Setiap manusia punya masa lalu, tapi yang menentukan masa depan adalah kesadaran hari ini. Jadikan masa ini sebagai sarana introspeksi dan pembelajaran. Nabi Yusuf pun pernah dipenjara, namun dari sanalah lahir keteguhan iman dan kebijaksanaan yang mengangkat derajatnya,” ujar Andi.

Disamping itu, Andi juga menegaskan bahwa ujian hidup, termasuk kehilangan kebebasan, bukanlah merupakan hukuman mutlak, melainkan teguran dan bentuk kasih sayang dari Allah agar manusia kembali ke jalan yang benar.

“Kita tidak perlu menyesali masa lalu, tapi jadikanlah setiap pengalaman sebagai guru terbaik. Selama kita masih diberi kesempatan untuk bernafas, itu berarti Allah masih memberi peluang untuk berubah dan memperbaiki diri,” lanjutnya.

Dalam isi ceramahnya, Ustadz Andi menekankan tiga poin penting sebagai bahan evaluasi diri ; Pertama, Kesadaran akan kesalahan, bahwa setiap manusia tidak luput dari dosa, namun harus berani mengakui dan menyesali perbuatan yang salah. Kedua, Perbaikan perilaku, dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Ketiga, Harapan dan semangat baru, bahwa tidak ada kata terlambat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.

“Buya Hamka pernah menulis karya besar Tafsir Al-Azhar di dalam penjara. Itu menjadi bukti bahwa tempat bukan penentu nilai diri, tapi hati dan niatlah yang menentukan arah hidup seseorang,” tutur Andi memberikan motivasi.

Kegiatan penyuluhan berlangsung penuh khidmat dan haru. Para tahanan tampak khusyuk mendengarkan setiap nasihat dan turut larut dalam lantunan sholawat yang dibawakan Sofa Julianto.

Selain penyampaian ceramah, kegiatan juga diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Pahmilu, untuk memohon ampunan dan ketenangan jiwa bagi para tahanan serta keselamatan seluruh petugas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari unsur kepolisian, yakni Kasi Umum Polsek Pujud, Aiptu Wahyudi,  Bhabinkamtibmas Polsek Pujud, Aiptu M. Ibrahim, Bripka Nurlis, Brigadir Joko Ardiansyah dan Banit Reskrim Polsek Pujud Bripda Febri Valentino Sinaga. 

Kehadiran jajaran Polsek Pujud tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan pembinaan keagamaan bagi para tahanan.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena dapat membantu pembinaan mental dan spiritual para tahanan agar kelak bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ungkap Aiptu Wahyudi mewakili pihak kepolisian.

Kegiatan penyuluhan bulanan ini merupakan bagian dari program rutin Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pujud dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan dan moral di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan kepolisian. (AAS/Humas)Â