0 menit baca 0 %

Cetak Generasi Sehat Berkualitas, DWP Kemenag Riau Gandeng Diskes Sosialisasikan Pencegahan Stunting

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama menggelar pertemuan bulanan yang dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pentingnya Perawatan Sehat bagi Tubuh, Jumat (9/8/2024) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.Plt Ketua DWP K...

Riau (Kemenag)- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama menggelar pertemuan bulanan yang dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pentingnya Perawatan Sehat bagi Tubuh, Jumat (9/8/2024) di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Plt Ketua DWP Kanwil Kemenag Riau Tina Mailinda Muliardi dalam sambutannya menyebutkan, pertemuan bulanan DWP Kemenag selalu berupaya menyajikan program yang bermanfaat bagi kaum bunda.

Pertemuan bulan Agustus 2024 yang bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Riau ke- 67, perempuan kementerian agama turut mendukung pembangunan daerah dengan berpartisipasi dalam kegiatan positif. Seperti membantu pemerintah memberikan edukasi kepada kaum ibu dalam rangka menciptakan generasi sehat dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kesadaran kaum ibu tentang pentingnya penceggahan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi (stunting) dalam jangka panjang.

ā€œKegiatan kali ini kita menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk memberikan sosialisasi kepada pengurus dan anggota DWP Kanwil Kemenag Riau terkait dengan pentingnya pencegahan stunting pada anak. Selain itu, kita juga menghadirkan pembicara terkait pentingnya menjaga kesehatan kulit dan tubuh dari salah satu produk skincare di Pekanbaru,ā€ jelas Tina.

Tina menyebutkan, kegiatan DWP Kemenag Riau merupakan bentuk konkrit kepedulian kaum bunda terhadap ibu dan anak. Apalagi saat ini permasalahan stunting cukup viral di Indonesia termasuk di Provinsi Riau.

ā€œMudah- mudahan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kaum ibu mengenai pentingnya pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak, sehingga angka stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Riau dapat ditekan ketitik terendah,ā€ harap Tina.


Sementara itu dalam pemaparan Tim Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulfayeni, menyebutkan, diantara factor terjadinya stunting pada anak karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, pola asuh kurang efektif, polaĀ  mnakan, income kemiskinan atau pekerjaan, konteks social, ekonomi dan politik.

Zulfayeni untuk mencegah stunting Kementerian Kesehatan menekankan pada Protein Hewani Cegah Stunting. Pemenuhan protein hewani pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita harus terus mendapatkan perhatian. hal ini dikarenakan pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Selain pemenuhan protein hewani, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi stunting pada anak, dianataranya memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan, memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala, mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD) dan memberikan Makanan Pendaming ASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan

ā€œDengan melakukan berbagaiĀ cara mencegah stuntingĀ pada anak diatas, diharapkan mampu meminimalisir potensi stunting pada anak-anak di Indonesia. Tetap terapkanĀ perilaku hidup bersih dan sehat, serta bersegera untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, agar bisa segera mendapatkan penanganan sedini mungkin dari para petugas kesehatan,ā€ ucapnya.

Selain pemaparan Pentingnya Pencegahan Stunting, pertemuan bulanan DWP Kanwil Kemenag Riau juga diwarnai dengan pemberian makanan bergizi untuk mencegah stunting pada balita kepada beberapa orang perwakilan pegawai di Lingkungan Kemenag Provinsi Riau berupa telur, susu, roti, dan lainnya.

Penutup kegiatan pertemuan bulanan DWP menghadirkan Maxlov untuk informasi kesehatan dan kecantikan kulit. (*)