0 menit baca 0 %

Dalami Ilmu Menjahit, Kitab Kuning, dan Bahasa Jawa, Pesantren Al-Kifayah Riau Lakukan Pertukaran Pelajar

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Dalam upaya mempererat kerja sama pendidikan pesantren dan meningkatkan keterampilan santriah, Pesantren Al-Kifayah Riau bersama Pesantren A.P.I An-Nur Siak mengadakan program pertukaran pelajar. Program ini berlangsung mulai November hingga Desember mendatang dan bertujuan memp...

Pekanbaru (Kemenag). Dalam upaya mempererat kerja sama pendidikan pesantren dan meningkatkan keterampilan santriah, Pesantren Al-Kifayah Riau bersama Pesantren A.P.I An-Nur Siak mengadakan program pertukaran pelajar. Program ini berlangsung mulai November hingga Desember mendatang dan bertujuan memperdalam ilmu menjahit, pemahaman kitab kuning, serta penguasaan bahasa Jawa bagi santriah dari kedua pesantren.

Melalui program ini, Pesantren Al-Kifayah Riau yang memiliki fokus pada Tahfiz Qur’an dan kajian kitab kuning, juga membuka kelas-kelas pengembangan bakat menjahit. Sebaliknya, Pesantren A.P.I An-Nur Siak yang dikenal dengan kajian kitab kuning dan pengajaran bahasa Jawa menyambut santriah dari Al-Kifayah Riau sebagai peserta belajar mereka. Adapun santriah yang mewakili Pesantren Al-Kifayah Riau adalah Clara Sasmita Purwanti dan Selfi Dwi Septiani dari kelas 12, serta Aisyah dari kelas 11.

Ketua Yayasan Kifayatul Akhyar Yundri Akhyar, menyampaikan harapannya dalam program ini,

“Kami berharap program pertukaran ini dapat memaksimalkan potensi santriah di Pesantren Al-Kifayah Riau, baik dalam ilmu agama maupun keterampilan lain yang akan mereka butuhkan di masa depan. Kami ingin menciptakan generasi santri yang tidak hanya berilmu tapi juga terampil, serta memiliki wawasan budaya yang lebih luas.” tuturnya.

Pimpinan Ponpes A.P.I Nur ,Siak , Kyai Anam Syafi'i sangat antusias dan gembira dalam menyambut kedatangan Santriah Pesantren Al Kifayah dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta pelatihan menjahit dan diharapkan dapat nyaman dan tenang dalam proses pelatihan beliau mengungkapkan.

"Semua peserta pelatihan di sini adalah keluarga kami" ungkapnya.

Dalam kegiatan pertukaran ini, santriah tidak hanya belajar teori tetapi juga menerapkannya dalam praktik langsung, sehingga ilmu yang mereka dapatkan bisa langsung diaplikasikan. Program ini diharapkan memberikan dampak positif dalam pengembangan potensi santriah, khususnya dalam keterampilan vokasional dan pengetahuan agama yang mendalam.

Ungkapan harapan disampaikan oleh Elmirawati, Kepala Madrasah Aliyah Al Kifayah Riau.

"Kita berharap agar nantinya pelatihan dan pertukaran pelajar dapat membawa dampak positif bagi seluruh peserta, dan kolaborasi pendidikan ini mampu menghasilkan generasi santri yang lebih siap menghadapi tantangan zaman dan memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. " ungkapnya.