0 menit baca 0 %

Dari Materi hingga Istighosah, Bimwin di KUA Bunut Bekali Catin Hadapi Dinamika Rumah Tangga

Ringkasan: Pelalawan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunut kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (02/09/2025) dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh lima pasang catin dan dipusatkan di Balai Nikah KUA Bunut.

Pelalawan โ€“ Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bunut kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (02/09/2025) dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh lima pasang catin dan dipusatkan di Balai Nikah KUA Bunut. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh para fasilitator. Kepala KUA Bunut, Mukhlisin, hadir langsung sekaligus bertindak sebagai fasilitator.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk Mempersiapkan Keluarga Sakinah. Mukhlisin menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin bagi pasangan calon pengantin sebelum membangun rumah tangga. โ€œKetahanan keluarga, baik dari sisi moral maupun akhlak, harus kita jaga bersama. Dengan fondasi yang kokoh, keluarga akan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan,โ€ ujarnya.

Selain itu, fasilitator Millah Shadiqoh juga turut memberikan materi dengan tema Dinamika Keluarga. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa setiap rumah tangga pasti akan menghadapi berbagai persoalan, baik kecil maupun besar. Oleh karena itu, catin perlu memiliki keterampilan komunikasi, kesabaran, dan saling pengertian agar mampu melewati setiap tantangan.

Seusai pemaparan, para catin menerima sertifikat Bimwin sebagai bukti keikutsertaan. Kegiatan Bimwin ini merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi KUA sebagai pusat layanan bimbingan pranikah. Dengan adanya program ini, para calon pengantin dibekali pemahaman yang utuh mengenai kehidupan rumah tangga, mulai dari aspek agama, psikologi, hingga sosial kemasyarakatan.

Pada penutupan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kali ini, KUA Bunut menghadirkan suasana yang berbeda dengan mengajak seluruh calon pengantin dan pegawai KUA melakukan renungan bersama serta istighosah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa, di mana akhir-akhir ini Indonesia diwarnai dengan berbagai aksi demo dan penjarahan yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Bunut berharap para catin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga siap secara mental, spiritual, dan moral. Dengan demikian, keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat terwujud di tengah masyarakat, menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi yang berakhlak mulia.(dbs)