0 menit baca 0 %

Dari Rapat Terakhir ke Perjalanan Abadi: Kemenag Kampar Kenang Syamsuatir

Ringkasan: Kampa ( Kemenag )---Kementerian Agama Kabupaten Kampar berduka. Salah seorang aparatur sipil negara (ASN) terbaiknya, Syamsuatir, telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 17 Juli 2025. Kepergian almarhum menyisakan duka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran Kemenag Kampa...

Kampa ( Kemenag )---Kementerian Agama Kabupaten Kampar berduka. Salah seorang aparatur sipil negara (ASN) terbaiknya, Syamsuatir, telah berpulang ke rahmatullah pada Kamis, 17 Juli 2025. Kepergian almarhum menyisakan duka yang mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran Kemenag Kampar yang mengenalnya sebagai sosok yang penuh gagasan dan dedikasi.

Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah dan takziah yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar beserta seluruh jajaran. Dalam sambutan keluarga, disampaikan bahwa wafatnya Syamsuatir bertepatan dengan hari wafatnya ulama besar Buya Bakhtiar Daud.

 "Kami yakin, apa yang diberikan Allah SWT hari ini adalah yang terbaik bagi adik kami Syamsuatir. Kami ikhlas dan mohon doa dari semua pihak agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," ujar perwakilan keluarga.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kampar, H. Ahmad Fadhli, SH, MM membacakan riwayat hidup almarhum yang selama ini dikenal sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan pekerja keras.

 "Syamsuatir lahir di Pulau Rambai, 15 Mei 1982. Beliau merupakan ASN Kemenag Kampar, dengan jabatan terakhir sebagai Penyusun Bahan Pembinaan Penghulu/Penyuluh pada Seksi Bimas Islam. Almarhum meninggalkan seorang istri, Arroy Yani, dan dua orang anak, Rania Syifa Rahmi dan Rouzan Syafiurrahman."

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Syamsuatir adalah sosok pegawai penuh semangat dan sangat berkontribusi bagi lembaga.

 "Kami merasa sangat kehilangan. Almarhum adalah salah satu pegawai terbaik kami. Dalam rapat terakhir bersama beliau — dari pukul 10 sampai 12 siang — beliau menyampaikan tidak kurang dari 15 gagasan penting. Di antaranya adalah kurikulum ekoteologi, penguatan sinergi Kemenag-MUI, hingga program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), termasuk materi memandikan dan mengkafani jenazah. Siapa sangka, hari ini justru kami harus memandikan dan mengkafani beliau."

Menurut Kepala Kemenag, almarhum dikenal sebagai pribadi yang penuh inisiatif dan pemikiran yang membangun. Ide-idenya kerap menjadi dasar lahirnya berbagai program inovatif di lingkungan Kemenag Kampar.

“Almarhum bukan hanya pekerja, tapi pemikir. Ia memiliki kepekaan terhadap isu sosial keagamaan, serta mampu mengubah gagasan menjadi program nyata. Kami merasa sangat kehilangan.”

Kemenag Kampar mengajak seluruh jajaran untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan menjadikan semangat serta ide-ide almarhum sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas ke depan.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum Syamsuatir husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan ( Fatmi/CIcy/Zaipul )