0 menit baca 0 %

Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi: Kemenag dan Majelis Taklim Perkuat Persaudaraan

Ringkasan: Pelalawan(26/8/2025) Dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat sinergi kelembagaan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Virtual bersama para Ketua Majelis Taklim se-Kecamatan Pela...

Pelalawan(26/8/2025) — Dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat sinergi kelembagaan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Virtual bersama para Ketua Majelis Taklim se-Kecamatan Pelalawan, unsur Kantor Urusan Agama (KUA) bidang Majelis Taklim, serta para tokoh keagamaan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025 ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting dan mengangkat tema “Sinergi Majelis Taklim dan Kemenag: Membangun Umat, Menguatkan Persaudaraan.” Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Yanto Subarkah selaku moderator, setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pelalawan, H. Syafwan.


Dalam sambutannya, Syafwan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Seksi Bimas Islam yang telah menggagas kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peran majelis taklim sangat strategis dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat. “Majelis taklim bukan hanya tempat ibu-ibu berkumpul, tetapi merupakan garda terdepan dalam pembinaan umat dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Mereka adalah para penyampai pesan-pesan pemerintah yang sejalan dengan Undang-Undang dan nilai-nilai Pancasila, sekaligus sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga,” ujarnya. Syafwan juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pelalawan yang berada di jalur lintas timur merupakan wilayah yang masyarakatnya sangat heterogen. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga agar masyarakat tidak mudah terpapar ajaran-ajaran menyimpang atau radikal, apalagi di era digital saat ini di mana informasi dapat diakses dengan sangat cepat. “Kita harus lebih waspada. Melalui forum seperti ini, kita berharap ibu-ibu majelis taklim bisa menjadi filter pertama bagi keluarga dan masyarakat dalam menyampaikan pemahaman agama yang moderat dan toleran,” tambahnya.


Setelah sambutan dari Kepala Kantor Kemenag, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Iswadi M. Yazid. Dalam pemaparannya, Iswadi menekankan pentingnya membangun jembatan komunikasi antara KUA sebagai perpanjangan tangan Kemenag dengan majelis taklim yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Ia menilai bahwa sinergi kelembagaan ini akan menjadi kunci keberhasilan dalam membina umat secara menyeluruh dan berkelanjutan. “Pertemuan ini bertujuan membangun sinergi antara perangkat KUA dengan kegiatan majelis taklim yang dilakukan oleh ibu-ibu. Kita akan bentuk grup komunikasi untuk mempermudah koordinasi, pertukaran informasi, dan transfer ilmu. Kemenag juga siap mengadakan pertemuan-pertemuan berkala agar pembinaan dapat terus berjalan,” jelasnya. Dalam pemaparannya, Iswadi menggarisbawahi tiga poin penting dari materinya yaitu yang pertama adalah penguatan peran majelis taklim dalam pembinaan umat, terutama sebagai pusat pendidikan informal yang memberikan pengaruh langsung terhadap keluarga dan masyarakat.


Kedua, sinergi program antara majelis taklim dan KUA, di mana KUA sebagai perpanjangan tangan Kemenag dapat menyusun program-program pembinaan yang terarah, efektif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ketiga, peningkatan literasi keagamaan dan moderasi beragama, agar masyarakat memiliki pemahaman keagamaan yang utuh, inklusif, dan tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham ekstrem yang menyesatkan. Iswadi juga menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hasil dari pertemuan ini dengan menyusun rencana tindak lanjut, termasuk membangun basis data majelis taklim di seluruh kecamatan, serta mengagendakan kegiatan pembinaan dan pelatihan secara rutin.


Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Pelalawan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kurang lebih 80 peserta yang mengikuti zoom meeting hari ini. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap forum seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, kedepannya, Kemenag Pelalawan bersama jajaran KUA dan majelis taklim akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan program-program konkret, seperti pelatihan, pendataan, dan pembinaan berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.(dbs)